Berdayakan Masyarakat Sekitar, Omset WTS Kepanjen Rp 100 Juta/Bulan

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tujuan utama pengusaha memang mencari keuntungan. Namun, di sisi lain, ada tujuan sosial. Salah satunya, memberdayakan masyarakat di sekitarnya agar mampu secara ekonomi. Inilah yang dilakukan pemilik Warung Tengah Sawah (WTS) Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Yuni Dwiyanto yang beromset Rp 100 juta per bulan.

 

Ini lo aneka menu yang disajikan WTS Kepanjen. (ist).

 

SELAMA ini, dia menampung masyarakat sekitar untuk menjadi karyawannya. Puluhan pemuda-pemudi kampung sudah direkrut menjadi karyawan warung yang berada di jantung kota Kepanjen ini.

“Saya ingin turut memberdayakan warga sekitar dengan menampung mereka menjadi karyawan,  bekerja di WTS ini,” tutur Yuni Dwiyanto, Sabtu (16/11/2019) siang.

Yuni Dwiyanto, owner WTS Kepanjen bersama menu khas.

Pria alumnus SMK Pirngadi, Surabaya ini menjelaskan, selama ini dia melibatkan anggota Karang Taruna Kelurahan Panggungrejo sebagai karyawan, staf, dan tenaga pengamanan. Kini puluhan pemuda-pemudi kampung sudah direkrut menjadi karyawan di warung yang berada di jantung kota Kepanjen ini.

Kepedulian sosial lain ditunjukkan dengan membuka program magang sekolah bagi siswa-siswi SMK di Kabupaten Malang. Saat ini,  empat siswa SMK dari Madrasah Aliyah Al Islam,  Wonokerto,  Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang sedang mengikuti PSG selama sebulan. “Kami membuka kesempatan bagi siswa-siswi SMK untuk mengasah jiwa enterpreneur sebagai bekal lulus nanti,” terang ayah empat putra ini.

Para pengunjung sangat menikmati suasana dan menu di WTS Kepanjen. (had).

Yuni mengungkapkan, PSG penting agar siswa bukan hanya mendapat bekal teori selama di bangku sekolah, namun juga bisa mempraktikkan dalam hal menawarkan produk, dan menghadapi komplain customer (pelanggan).

Terkait bisnis warung, Yuni menceritakan, dia fokus membidik keluarga dan corporate (perusahaan) untuk berbagai event atau acara, seperti rapat, seminar, gathering, arisan dan sebagainya. “Saya bersyukur,  saat ini pihak yang banyak order di tempat kami didominasi keluarga dan corporate,” tegas Yuni.

Ia menjelaskan, peringkat kedua penyumbang omset adalah segmen anak muda millenial. “Makanya kami berencana buka hingga malam hari khusus dengan menu minuman kopi untuk segmen milleneal,” tukas Yuni.

Hingga kini WTS yang mempunyai suasan asri karena berada di tengah sawah ini, eksis dengan menawarkan aneka menu chinnesse food, menu Jawa, aneka minuman segar serta kudapan ringan khas anak muda. “Doakan usaha kami semakin maju dan berkembang. Alhamdulillah, dalam sebulan rata-rata mendapat omset Rp 100 juta,” pungkas Yuni.  (had/mat)