Arca Dwarapala, Penjaga Candi Singhosari

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Candi Singosari yang berada di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, merupakan candi syiwa yang ditemukan sekitar tahun 1300-an Masehi.

 

 

Arca Dwarapala di Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (foto mohammad andy arif, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura)

BERJARAK sekitar 200 – 300 meter ke arah barat dari Candi Singosari, terdapat dua arca, yakni arca Dwarapala. Kedua arca raksasa  tersebut memiliki berat sekitar 40 ton, tinggi 3,7 meter, dan lingkar badan mencapai 3,8 meter. Letak kedua arca raksasa tersebut terpisah 20 meter. Yang satu di sebelah utara, satunya lagi di sebelah selatan

Apa itu Arca Dwarapala? Daman Wuri, penjaga Candi Singosari menjelaskan, Arca Dwarapala adalah arca yang umumnya ada di setiap candi. “Dwarapala merupakan arca penjaga gerbang atau pintu masuk dalam ajaran Syiwa dan Budha. Penamaan Dwarapala itu sendiri di ambil dari bahasa sansekerta yang berarti pintu atau penjaga,” katanya, Minggu (16/12/2018).

Bentuk arca Dwarapala, sang penjaga gerbang ini,  dipahat berupa manusia atau hewan, yang khas dengan gada di tangan kanannya. Bentuknya biasanya berbeda dari candi satu dengan yang lain.

“Mitos arca raksasa ini merupakan perwujudan makhluk raksasa astral. Bukan hanya besar, namun juga dapat menjaga dari marabahaya,” kata Daman.

Keberadaan arca Dwarapala dipercaya bahwa tempat atau wilayah tersebut berada dalam perlindungan. Selain menjaga Candi Singhosari, juga menjaga candi- candi kecil yang ada di sekitar candi tersebut yang masih tertimbun tanah.

Arca Dwarapala memiliki ciri yang khas. Kedua arca yang letaknya  terpisah  jalan raya ini memiliki mata yang melotot namun menunjukkan ekspresi wajah yang ramah.

Uniknya, arca Dwarapala yang berada di sebelah selatan memiliki sikap tangan kanan memegang gada dan tangan kiri diletakkan di lutut dengan posisi jongkok. Sedangkan arca yang di sebelah utara menunjukan dua jari, sementara tangan kiri memegang gada yang disandarkan di atas tanah. Sikap dua jari ini diduga merupakan salah satu sikap mudra saat bersemedi. (mohammad andy arif, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura/rahmat)