Salam Satu Jiwa Arema Menggema di Presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat
2 min readJAKARTA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengikuti presentasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Kantor PWI Pusat, Jakarta.

DALAM presentasi tersebut, Wali Kota Wahyu Hidayat memaparkan berbagai potensi unggulan Kota Malang yang menjadi penunjang utama pemajuan kebudayaan, mulai dari kekayaan seni tradisi, sejarah, kuliner, hingga ekosistem kreatif yang tumbuh pesat di kalangan generasi muda. Termasuk Kota Malang ditetapkan sebagai kota kreatif dunia UNESCO bidang Media Arts pada akhir tahun 2025 lalu.
“Kota Malang memiliki kekuatan budaya yang lengkap, mulai dari warisan sejarah, seni pertunjukan, kuliner tradisional, hingga komunitas kreatif yang aktif dan inovatif. Ini menjadi modal besar untuk pembangunan dan pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan,” ujar Wahyu Hidayat di hadapan tim penilai Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, dan Yusuf Susilo Hartono.
Salah satu program unggulan yang disoroti adalah Program 1.000 Event, yang digagas Pemerintah Kota Malang sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menghidupkan ruang-ruang budaya. Program ini mencakup festival seni, pertunjukan budaya, pameran kreatif, hingga agenda berbasis kearifan lokal yang digelar sepanjang tahun.
“Saya menolak lupa dengan menghidupkan kembali kebudayaan dan kearifan lokal yang pernah ada di Kota Malang, agar anak muda sekarang juga mengetahui budaya dan kearifan lokal Kota Malang,” ungkapnya.
Selain itu, Wahyu juga menjelaskan komitmen Pemkot Malang dalam memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya, dukungan terhadap UMKM berbasis budaya, serta kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan kebudayaan sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata.
Dalam sesi tanya jawab, budayawan Sujdiwo Tejo bertanya kepada wali kota, kenapa Arema dimanapun memiliki persaudaraan yang kuat, berbeda dengan suporter lainnya. Juri lainnya, Yusuf Susilo Hartono juga mempertanyakan bagaimana bahasa walikan yang ada di Kota Malang saat ini. Hal itupun dijawab wali kota, jika Arema dimanapun memiliki ikatan persaudaraan yang kuat dengan salam satu jiwanya. “Karena itu dalam salam pembuka presentasi tadi, saya sampaikan salam satu jiwa, Arema,” jawabnya sambil menjawab pertanyaan juri lainnya.
Presentasi ini merupakan bagian dari tahapan penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, yang diberikan kepada kepala daerah atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan kebudayaan di daerah masing-masing.
Rencananya, penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat akan diserahkan secara resmi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Serang, Provinsi Banten.
Dengan keikutsertaan ini, Kota Malang menegaskan posisinya sebagai salah satu kota yang konsisten menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan dan identitas daerah. (*)
