30 Agustus 2025

`

Lokalisasi Girun Ditutup, PSK Diduga Bergeser ke Rumah Penduduk

2 min read
Petugas Satpol PP Kabupaten Malang, Jawa Timur, berdialog dengan warga.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Keberadaan eks lokalisasi Girun di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memang sudah tutup sejak 2021. Bahkan bangunanya sudah rata dengan tanah. Namun patut diduga sejumlah pekerja seks komersial (PSK) mulai bergeser ke rumah-rumah penduduk.

 

DUGAAN ini muncul setelah sejumlah petugas Satpol PP dari Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (P2D) serta Bidang Ketenteram dan Ketertiban (Trantibum) melakukan patroli ketenteraman dan ketertiban umum di eks lokalisasi tersebut, Senin (15/08/2022) siang selama 3 jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Petugas Satpol PP Kabupaten Malang, mendata rumah penduduk di sekitar eks lokalisasi Girun, di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (15/08/2022) siang.

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando H Matondang, menjelaskan, eks lokalisasi ini terus dipantau pasca ditutup total beberapa tahun lalu. Berdasarkan hasil patroli, Senin (15/08/2022) siang, patut diduga ada pergerakan praktek prostitusi. Kini bergeser ke rumah-rumah penduduk di sekitar eks lokalisasi.

“Hal ini dibuktikan pada saat patroli pengawasan dilakukan, ditemukan beberapa kepala keluarga menyediakan jasa kamar sebagai tempat prostitusi. Satu kamar dihuni satu PSK. Dengan mengambil secara random sebanyak 5 KK, ditemukan total 26 kamar yang menyediakan PSK. Ini membuktikan bahwa patut diduga praktek prostitusi di area itu masih berlangsung,” jelas Firmando H Matondang, Selasa (16/08/2022) siang.

Mantan Camat Pakis ini menambahkan, pada saat patroli, petugas juga menyisir area lainnya. Hasilnya, di sebelah utara eks lokalisasi, ditemukan penjual miras beralkohol rendah. Di tempat yang sama juga ditemukan sisa miras jenis bir putih dan guines bekas diminum.

“Namun setelah dikonfirmasi, pemilik warung mengatakan bahwa miras beralkohol tinggi tersebut dibeli dari luar. Kami berharap agar eks lokalisasi ini tidak beroperasi kembali demi menjaga ketenteraman dan ketertiban umum. Apalagi lokalisasi ini sudah ditutup sejak beberapa tahun lalu,” harap Firmando Matondang. (mat)