Widyaiswara Ikuti Workshop Agar Lebih Kompeten

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur,  menggelar workshop untuk widyaiswara, di Hotel Atria, Malang, Rabu – Jumat, (28-30/10/ 2020).

 

Para widyaiswara mengikuti workshop tentang penyusunan dan digitalisasi perangkat diklat daring upskilling dan reskilling di Hotel Atria, Malang, Jawa Timur, Rabu – Jumat, (28-30/10/ 2020).

 

“WORKSHOP itu tentang  Penyusunan dan Digitalisasi Perangkat Diklat Daring Upskilling dan Reskilling. Pesertanya adalah widyaiswara,” terang Plt Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr. Ir.  Abd Rochim, MM, Jumat (30/10/2020).

Rochim menjelaskan, nantinya widyaiswara bisa mengajarkan materinya terkait penyusunan dan digitalisasi perangkat diklat daring upskilling dan reskilling guru kejuruan berbasis industry kepada para guru SMK.

Plt Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr. Ir. Abd Rochim, MM, Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, Anwar Sidarta, M.Si, serta Pengembang Teknologi Pembelajaran, Suprianto, S.Pd.,

Untuk itu, lanjutnya, pemberi materi dalam workshop merupakan pakar di bidangnya. Di antaranya, Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, Anwar Sidarta, M.Si serta  Pengembang Teknologi Pembelajaran, Suprianto, SPd, MPd.

Menurutnya, workshop penyusunan perangkat diklat dan digitalisasi dipergunakan untuk pembelajaran online, khususnya bagi guru bangunan, elektronika, otomotif, mesin, dan teknologi informasi. “Model yang dikembangkan, adalah satu- satunya yang menggunakan LMS (Learning Manajemen Sistem). Itu  mempunyai keunggulan dibanding dengan sistem yang lain,” jelas Rochim.

Untuk itu, masih kata Rochim, materi itu akan mempermudah guru dalam menerima materi meskipun  melalui online. Apalagi, upskiling dan reskilling  merupakan program kerjasama dengan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Industri. Keduanya di bawah naungan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Karena itu perlu diperdalam. Tujuannya,  agar guru kompeten sesuai tuntutan dunia industri. Sehingga menerapkan budaya kerja industri. Lewat hasil workshop, diharapkan membuat para guru nanti kompeten. Mampu mengajar dan mencetak siswa yang kompeten sesuai kebutuhan industri,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi,  Anwar Sidarta, MSi, mengatakan, workshop sangat penting.  “Materi yang harus diserap terkait dengan penyusunan dan digitalisasi perangkat diklat daring upskilling dan eskilling. Setelah itu harus menjalani pemasangan beberapa hari di dunia industri. Lalu menjalani uji kompetensi untuk sertifikasi,” jelasnya. (aji/mat)