Pesantren Sidogiri Pengelola Ekonomi Terbaik

Ponpes Sidogiri.

Sekitar 258 tahun lalu, seorang pemuda dari Cirebon, Jawa Barat menginjakkan kaki pertama kali di tanah Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur yang sala itu masih berupa hutan belantara. Dia adalah Sulaiman, putra pertama pasangan Sayyid Abdurrahman bin Umar ba Syaiban dan Syarifah Khadijah binti Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Konon, selama 40 hari Mbah Sayyid (nama akrab Sayyid Sulaiman) berperang melawan jin dan para dedemit. Ditemani salah seorang santrinya, Aminulloh, asal pulau Bawean, beliau akhirnya sukses mendirikan sebuah pesantren kecil yang diberi nama Sidogiri.

Ada dua versi tentang tahun sejarah berdirinya Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Dalam suatu catatan yang ditulis oleh panca warga (Bani KH. Nawawie bin Nur Hasan) dan ditandatangani oleh al-Maghfurlah KH. Nurhasan Nawawie, KH. Cholil Nawawie dan KA. Sa’doellah Nawawie tertanggal 29 Oktober 1963, disebutkan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri mulai berdiri pada tahun 1718. Dengan demikian, saat ini usia Pondok Pesantren Sidogiri telah berusia 298 tahun.
Tapi, dalam surat yang lain (1971) yang ditandatangani oleh al-Marhum KA.Sa’doellah Nawawie tertulis, bahwa tahun tersebut merupakan hari ulang tahun PPS yang ke- 226. Berarti Pondok Pesantren Sidogiri (versi terakhir) berdiri pada tahun 1745. Dan, versi terakhir inilah yang dibuat standart peringatan hari jadi atau ulang tahun Pondok Pesantren Sidogiri. Tahun 2003 adalah hari jadi PPS yang ke- 258.
Menurut penjelasan dari Syaikhina al-Karim al-Maghfurlah KH. Hasani bin Nawawie bin Noerhasan, bahwa Pondok Pesantren Sidogiri didirikan atas dasar taqwallah seperti halnya masjid di-ta’sis. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya masjid itu dibangun atas dasar taqwa”.
Dengan landasan dan asas itulah, maka Pondok Pesantren Sidogiri sebagi salah satu ma’had Islam ala ahli sunnah wal jama’ah yang berdiri di muka bumi ini merasa punya tanggung jawab yang besar dalam upaya melestarikan dan mengabadikan ajaran-ajaran Islam di persada bumi, dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada santri agar kelak menjadi khaira ummah.
Pada tanggal 14 Shafar 1357 H atau 15 April 1938, KH. Abd. Djalil, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri saat itu, mendirikan madrasah yang diberi nama Madrasah Miftahul Ulum ( MMU ). Setelah KH.Abd Djalil wafat pada tahun 1947, Pondok Pesantren Sidogiri diasuh oleh KH. Kholil Nawawie. Pada saat itulah, dibentuk suatu wadah permusyawaratan yang diberi nama Pancawarga. Anggotanya adalah lima orang putera KH.Nawawie bin Noer Hasan, yaitu; 1) KH.Noer Hasan (wafat 1967), 2) KH.Kholil (wafat 1978), 3) KH.Siradjul-Millah Waddin (wafat 1988), 4) KA.Sa’doellah (wafat 1972) dan 5) KH. Hasani (wafat 2001).
Di dalam statement-nya, kelima putera KH. Nawawie ini merasa berkewajiban untuk melestarikan keberadaan Pondok Pesantren Sidogiri dan merasa bertanggung-jawab untuk mempertahankan asas dan ideologi Pondok Pesantren Sidogiri.
Setelah sebagian besar anggota Pancawarga wafat yakni setelah wafatnya tiga dari anggota Pancawarga, maka KH.Siradjul-Millah Waddin mempunyai gagasan untuk membentuk wadah baru. Maka dibentuklah organisasi pengganti yang diberi nama Majelis Keluarga dengan anggota terdiri dari cucu-cucu laki-laki dari KH.Nawawie bin Noer Hasan.

Lembaga Islam Tertua di Indonesia
Pondok Pesantren Sidogiri lebih dikenal sebagai Pesantren salaf di Indonesia. Pesantren yang berdiri hampir tiga abad ini merupakan pesantren sebagai pengelola ekonomi terbaik, pesantren dengan pola pengembangan salaf yang sampai saat ini tetap berpegang teguh dalam pendiriannya.
Pondok Sidogiri merupakan lembaga Islam tertua di Indonesia, lembaga salaf yang lebih mengedepankan pembekalan Teologi (akidah), Syari’ah dan Akhlakul Karimah berlandasakan Ahlussunnah wal Jama’ah baik secara Minhaju Al-Fikr dan Minhaju al-Ijtima’.
Saat membabad Pesantren, Sidogiri pada saat itu masih hutan balantara. Sayyid Sulaiman yang ditemani menantunya Kyai Aminullah yang berasal dari Bawean menjadikan hutan ini sebagai pesantren dan manjadi nama tempat atau desa di Kabupaten Pasuruan tersebut. Konon, pada saat itu kawasan Sidogiri tidak terjamah oleh manusia dan dihuni makhluk halus.
Adapun silsilah Sayyid Sulaiman merupakan putra pertama Sayyid Abddurrahman bin Umar bani Syaibah dan Syarifah Khadijah. merupakan cucu Syarif Hidayatullah (Suanan Gunung Jati) dari Ciribon. dan nasab keturunannya dari Ulama’ Hadramaut Yaman.
Pada pertengahan Abad ke-18, setelah ditinggalkan Sayyid Sulaiman, kholifah pesantren dipimpin menantunya KH Aminullah asal Bawean yang lahir di Handramaut sampai akhir tahun abad-18 M. Setelah itu pesantren Sidogiri di pimpin santrinya KH Abu Darrin asal Magelang. (*/berbagai sumber)