TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Para mahasiswa menghadiri Management Entrepreneur Days di halaman depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB).

FEB UB Gelar Pameran Sociopreneurship

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Sebanyak 55 stand mahasiswa dengan berbagai ide usaha, digelar di halaman depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Rabu – Kamis (02 – 03/05/2018). Puluhan stand tersebut mengikuti Management Entrepreneur Days (MED).

 

Sebanyak 55 stand mahasiswa digelar di halaman depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Rabu – Kamis (02 – 03/05/2018), mengikuti Management Entrepreneur Days (MED).

MED merupakan kegiatan unggulan Jurusan Manajemen FEB UB, yang dilakukan setiap tahun sebagai bentuk aplikasi teori kewirausahaan bagi mahasiswa Jurusan Manajemen. Ketua Pelaksana MED, Moh. Erfan Arid, SE,M.M, menyatakan, kegiatan ini diselenggarakan dengan mengusung tema yang berbeda tiap tahunnya. Di dua tahun terakhir, tema yang diusung adalah Asian Food dan Technopreneurship. Di tahun ini, tema besar yang diangkat adalah Sociopreneurship.

“Program ini dilakukan untuk menumbuhkan jiwa dan motivasi wiirausaha mahasiswa. Sociopreneurship sendiri dimaknai sebagai kegiatan berwirausaha berbasis bisnis. Namun dengan misi utama menciptakan social-impact. Yakni meningkatkan harkat dan taraf hidup masyarakat kelas menengah ke bawah,” tuturnya, Rabu (02/04/2018).

Para mahasiswa menghadiri Management Entrepreneur Days di halaman depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB).

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaannya, bisnis yang dibangun tidak hanya berorientasi pada bisnis, tapi juga membawa misi sosial. Salah satu contoh, ide bisnis yang dikembangkan mahasiswa adalah mengembangkan usaha kerajinan untuk wanita penghuni lembaga pemasyarakatan.

Menurutya, sebagai kelompok masyarakat yang dipandang sebelah mata, ide bisnis ini berusaha untuk memberdayakan dan mengangkat nama baik para penghuni lapas wanita tersebut.

Selain itu, lanjutnya, adalah pendirian Rumah Aksara Sekolah yang ide utamanya untuk memberikan akses pendidikan kepada anak putus sekolah dengan membayar sampah. Teknisnya, sampah dikumpulkan oleh anak-anak didik, kemudian akan dikelola untuk kebutuhan operasional sekolah. (ide)