Densus 88 Grebek Perumahan Bukit Singosari Raya Candirenggo

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR. COM – Tim Densus 88 Anti Teror terus memburu para terduga teroris. Setelah menggrebek Samsul Arif alias Abu Umar dan  isterinya, Wahyu Mega Wijayanti di Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang. Serta Kristanto di Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (15/05/2018) lalu, kini giliran Perumahan  Bukit Singosari Raya, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Si­ngosari yang digrebek, Kamis (17/05/2018).

 

Polisi dan TNI awasi rumah terduga teroris, Hari Sudarwanto di Perumahan  Bukit Singosari Raya, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.
Petugas mengawasi rumah terduga teroris, Hari Sudarwanto di Perumahan Bukit Singosari Raya, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Anggota TNI ikut amankan proses penggrebekan rumah terduga teroris, Hari Sudarwanto di Perumahan  Bukit Singosari Raya, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.
Anggota TNI ikut mengamankan proses penggrebekan rumah terduga teroris, Hari Sudarwanto di Perumahan Bukit Singosari Raya, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Terduga teroris, Hari Sudarwanto di Perumahan  Bukit Singosari Raya, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Masyarakat melihat rumah terduga teroris, Hari Sudarwanto di Perumahan Bukit Singosari Raya, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur setelah digrebek petugas.

CAMAT SINGOSARI, Eko Margianto tidak bisa memberikan keterangan lebih detail tentang penggrebekan ini. Namun dia mengakui ada petugas yang mendatangi rumah Hari Sudarwanto, warga Perumahan Bukit Singosari Raya RT 01/RW 10, Dusun Karangwaru, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Si­ngosari.

“Hanya penggeledahan rumah yang bersangkutan saja. Sedangkan yang bersangkutan sudah tertangani di luar kota,” kata Eko Margianto seraya menambahkan pihak lain tak boleh mendekati rumah selain petugas Densus 88.

Camat Singosari.
Camat Singosari, Eko Margianto.

Meski ada larangan mendekati rumah terduga teroris, namun ratusan warga sekitar tampak berjubel di kawasan perumahan tersebut. Mereka ingin menyaksikan proses penggrebekan rumah itu. Sedangkan  Hari Sudarwanto sudah mati ditembak petugas  karena melakukan perlawanan saat ditangkap di Sidoarjo.

Sementara itu, Camat Singosari, Eko Margianto, langsung mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah teroris yang sudah masuk ke wilayahnya. “Jumat (18/05/2018) pagi, kami akan melakukan rapat tiga pilar (TNI, Polri dan pemerintah) serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Salah satu yang dibahas adalah masalah teroris,” katanya.

Mantan ajudan Bupati Malang ini juga sudah menginstruksikan kepada para kepala desa dan lurah se Kecamatan Singosari agar waspada. “Cek kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Giatkan kembali wajib lapor bagi tamu yang menginap dan dicek apabila ada masyarakat yang mempunyai perilaku di luar kewajaran. Giatkan kembali siskamling,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 menangkap Samsul Arif alias Abu Umar dan isterinya, Wahyu Mega Wijayanti di rumah kontrakannya, Perumahan Banjararum Asri Blok BB No.9 Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (15/05/2018) dinihari, pukul 02.00 WIB.

Pada hari yang sama, petugas juga mengamankan  Kristanto (41), warga Jl. Sumbersari Gg IV Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang mengontrak rumah di Dusun Turirejo, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Menurut informasi, dalam keseharian, ketiga terduga teroris tersebut sangat tertutup dan tidak mau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Bahkan, menurut Kepala Desa Kepuharjo, Khamim, salah seorang terduga teroris, Kristianto yang baru mengontrak 10 bulan di wilayahnya, dikenal sebagai orang yang sangat tertutup. “Bahkan disapa tetangga pun tidak mau menjawab. Hal ini sempat menimbulkan keresahan warga sekitar,  namun berhasil diredam,” jelas Khamim.

Lebih jauh Khamim tidak bisa menerangkan pekerjaaan apa yang digeluti oleh Kristianto yang diketahui berasal dari Solo ini. “Kalau pagi sampai siang,  tidak di rumah. Jika sore atau malam hari, sering nongkrong di warnet. Entah apa yang dilakukan,  saya juga tidak mengerti,” beber Kades Kepuharjo sewaktu ditemui di kantornya. (mat/diy)