BBPPMPV BOE Gelar Diklat Keahlian

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronik (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur, melakukan pendidikan dan pelatihan kepada pengajar SMK. Materinya, terkait teknik instalasi clumbing dalam gedung dan finishing mebel bangunan.

 

Para peserta diklat mengikuti pelatihan di Malang.

 

DIKLAT tersebut sangat diperlukan untuk kesiapan SDM dalam dunia industri. Mengingat, sebagaimana kebijakan Kemendikdikbud, Dirjen Pendidikan Vokasi adalah terciptanya link dan match atau kesesuaian antara SDM dan ketersediaan pekerjaan.

Sudarmadi MM, Subkor Perencanaan dan Penganggaran (baju batiik) memantau pelaksanaan Diklat Keahlian di BBPPMPV BOE, Malang.

Plt Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr. Ir. Abd Rochim, MM, menerangkan, Diklat Upskilling dan Reskilling tersebut, dilakukan selama 60 jam,  diikuti 11 kelas. “Di tahap pertama, melalui pembelajaran daring selama 60 jam dalam waktu 2 minggu. Selanjutnya,  tatap muka, selama 100 jam. Tempatnya di BBPPMPV BOE, Malang. Materinya berkelanjutan dengan keahlian,” terangnya, Selasa (17/11/2020).

Rochim  menambahkan, setelah diklat, para guru tersebut mengikuti On The Job Training (OJT) di industri selama 60 jam. Selanjutnya, menjalani uji kompetensi di dunia industri selama 40 jam dengan  mengikuti pola dunia kerja di Industri.

“Selama OJT, harus mengikuti budaya kerja di industri. Karena nantinya akan ditransfer kepada para siswanya di sekolah, sehingga benar-benar berkwalitas dan berkompeten di bidangnya,” lanjutnya.

Diklat tersebut, kata Rochim, dikuti dari seluruh daerah di Indonesia. Jumlah peserta, 220 orang. Terbagi dalam 3 tahap pelaksanaan dalam 11 kelas. Diklat ini mengikuti progam nasional Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi. Peningkatkan kompetensi guru sekolah kejuruan berstandar industri.

Diharapkan, dari diklat dan uji kompetensi itu, akan menciptakan siswa yang kompeten. Tentunya diawali dengan guru yang kompeten, sesuai tujuan pendidikan nasional dari Dirjen Pendidikan vokasi. Sehingga outputnya bisa diterima di dunia usaha/industri, serta mengurangi pengangguran. (aji/mat)