9.037 Guru Ngaji Terima Insentif

Bupati Malang serahkan dana insentif kepada guru ngaji dan sembako kepada kaum dhuafa.

Sebanyak 9.037 guru ngaji se Kabupaten Malang, Jawa Timur menerima bantuan dana insentif sebesar Rp 2.268.250.000. Masing-masing guru menerima Rp 250.000. Dana ini secara simbolis diserahkan Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna kepada Ketua PGTPQ (Persatuan Guru Taman Pendidikan Al Qur’an) Kabupaten Malang, Selasa (17/5/2016) siang di pendopo Kepanjen.

Selain itu bupati juga menyerahkan bingkisan sembako dari Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Malang kepada 165 kaum dhuafa. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerima,” kata bupati.
Kepala Bagian Administrasi Kemasyarakatan dan Pembinaan Mental (Kabag Bintal) Kabupaten Malang, Nurhasyim, SH, M.Si menjelaskan, besaran dana insentif yang diberikan tahun ini sama dengan tahun lalu. “Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah,” katanya ditemui usai acara.
Nurhasyim menjelaskan, bila dilihat dari jumlah guru ngaji di Kabupaten Malang yang mencapai lebih dari 15.000 orang, memang masih banyak yang belum menerima, mengingat yang menerima bantuan tahun 2016 ini hanya 9.037 orang. “Kami memang belum bisa mengcover semua guru ngaji, karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
“Agar bantuan bisa merata, maka oleh pengeola TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an), guru ngaji yang menerima bantuan digilir. Jika tahun lalu sudah menerima, maka tahun ini tidak. Diberikan kepada guru ngaji yang tahun lalu belum menerima. Misalnya dalam satu TPQ ada 5 guru. Jika yang 3 orang tahun lalu sudah menerima, maka tahun ini diserahkan kepada yang belum menerima. Tujuannya agar merata,” terang Nurhasyim.
Nurhasyim juga menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi guru ngaji agar menerima bantuan. Salah satunya, guru itu harus mengajar di TPQ, bukan masjid atau mushola. “Jadi lembaganya terorganisir. Selain itu TPQ-nya juga sudah pernah mendapat sertipikat atau piagam dari Kantor Kementerian Agama. Kami berharap bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Nurhasyim juga mengakui, bila dibandingkan dengan jasa para ustadz yang mengajar di TPQ, nilai bantuan yang diberikan pemerintah ini sangat kecil, hanya Rp 250 ribu/orang/tahun. “Tapi inilah yang baru bisa kami lakukan. Insya Allah nilainya akan terus ditingkatkan,” harapnya.*