9 Januari 2026

`

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran di 288.000 Sekolah

3 min read

JAKARTA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pemerintah resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini menghadirkan papan interaktif, konten pembelajaran digital, serta pelatihan guru untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh Indonesia.

 

Salah seorang guru menerapkan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini menghadirkan papan interaktif, konten pembelajaran digital, serta pelatihan guru untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh Indonesia.

 

Salah seorang guru menerapkan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini menghadirkan papan interaktif, konten pembelajaran digital, serta pelatihan guru untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh Indonesia.

“PROGRAM digitalisasi pembelajaran pertama kali disampaikan oleh Bapak Presiden di Hari Guru Nasional tahun 2024, tanggal 28 November 2024. Dalam kesempatan itu, presiden menyampaikan komitmen untuk menghadirkan akses pembelajaran yang setara bagi seluruh sekolah di Indonesia, termasuk yang berada di wilayah terpencil,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D, belum lama ini.

Gogot menambahkan, dalam sambutannya Presiden RI menyampaikan, “Insya Allah dalam waktu yang tidak lama lagi, saya akan menempatkan televisi yang cukup canggih di setiap sekolah di seluruh Indonesia. Dari layar televisi-televisi ini, kita akan siarkan pelajaran-pelajaran semua ilmu yang diperlukan.”

Salah seorang guru menerapkan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini menghadirkan papan interaktif, konten pembelajaran digital, serta pelatihan guru untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh Indonesia.

“Untuk memastikan pentingya program digitalisasi pembelajaran dalam mendukung pencapaian Asta Cita ke-4, maka dalam RPJMN 2025-2029 telah tercantum pengembangan inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital dalam penerapan pedagogi modern. Digitalisasi pembelajaran juga merupakan Proyek Strategis Nasional tahun 2025-2029,” jelas Gogot.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang juga alumni SMAN 2 Nganjuk ini menambahkan, digitalisasi pembelajaran memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, dengan keunggulan berupa peningkatan motivasi belajar siswa, pemahaman materi yang lebih baik, dan pengembangan keterampilan digital masa kini.

Dalam digitalisasi pembelajaran, keberadaan perangkat teknologi yang interaktif, konten yang interaktif, dan metode pembelajaran yang inovatif berbasis pedagogi modern menjadi instrumen penting dalam menutup learning lost yang terjadi selama covid-19 sekaligus untuk mengejar ketertinggalan skor literasi dan numerasi pada berbagai moda pengukuran, baik PISA maupun ANBK.

Salah seorang guru menerapkan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini menghadirkan papan interaktif, konten pembelajaran digital, serta pelatihan guru untuk mempercepat transformasi pendidikan di seluruh Indonesia.

Masih menurut Gogot, untuk melaksanakan program digitalisasi pembelajaran, telah diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan pelaksanaan program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, pembangunan dan pengelolaan sekolah menengah atas unggul garuda, dan digitalisasi pembelajaran.

“Program Digitalisasi Pembelajaran secara resmi diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025 di Sekolah Dasar (SD) Negeri Cimahpar 5, Bogor, Jawa Barat. Program ini ditopang oleh perangkat smart classroom dan platform pembelajaran berbasis teknologi bernama Ruang Murid, bagian dari Super Aplikasi Rumah Pendidikan,” imbuh Gogot.

Program ini bukan berarti mengabaikan pembangunan sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru. Pembangunan infrastruktur fisik sekolah tetap berjalan, begitu pula komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. “Digitalisasi melalui IFP justru hadir sebagai pelengkap untuk memperkuat kualitas pembelajaran di dalam kelas. Perlu kami sampaikan kembali bahwa program digitalisasi pembelajaran dilaksanakan bersamaan dengan program revitalisasi dan pembangunan sekolah yang dituangkan dalam Instruksi Presiden yang sama,” tegasnya.

Dari sisi pemanfaatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan pelatihan kepada sejumlah guru untuk dapat menggunakan perangkat smart classroom tersebut secara maksimal. Sehingga konten pembelajaran yang tersedia dalam bentuk media pembelajaran interaktif hingga tim edukatif mampu secara efektif memfasilitasi gaya belajar generasi gen-z. “Program ini juga didukung dengan platform Rumah Pendidikan yang berisi sumber belajar pada menu Ruang Murid dan Ruang GTK, yang memungkinkan guru dan murid mencari ide-ide pembelajaran kreatif dan siswa bisa belajar mandiri dari rumah,” tandasnya. (iko/mat)