Jamaah Haji Kabupaten Malang Tiba di Tanah Air

Kasi Haji Kementrian Agama Kabupaten Malang, Sonhaji.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ribuan jamaah haji asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, tiba di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Senin (03/09/2018). Dari 1.825 jamaah haji yang berangkat ke tanah suci, empat orang meninggal dunia di sana.

 

KEPALA Seksi Haji Kementerian Agama Kabupaten Malang, Sonhaji, menerangkan, meskipun jumlah calon jamaah haji (CJH) dengan resiko tinggi (resti) mencapai 40%, namun berkat pendampingan para petugas kesehatan, jumlah jamaah haji yang meninggal bisa diminimalisir.

“Memang, jumlah CJH dengan status resti tahun 2018 ini meningkat signifikan. Alhamdulillah, sampai hari ini, jumlah jamaah haji yang meninggal dunia, hanya empat orang. Mereka kebanyakan berasal dari kloter 23 yang usianya memang sudah sepuh (tua),” terang Sonhaji.

Dia menerangkan, kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Malang, dijadwalkan Senin (03/09/2018) sudah sampai di tanah air. “Hari ini, pukul 14.00 WIB, dijadwalkan kloter 21 dari Kabupaten Malang sudah tiba di Asrama Haji Sukolilo. Menyusul pukul 16.00 WIB akan tiba kloter 22. Dan besok (Selasa, 04/09/2018) dijadwalkan kloter 23 juga akan sampai,” ungkapnya.

Kloter terakhir, 34 yang merupakan gabungan jamaah haji dari Kabupaten Malang dan wilayah lain, akan sampai di Surabaya, Jumat (07/09/2018). “Kalau yang tanggal 7 adalah kloter terakhir jamaah haji asal Kabupaten  Malang,” papar Sonhaji.

Terkait pelaksanaan musim haji 2018, Sonhaji menyatakan, tidak ditemui kendala berarti. “Pelaksanaan haji tahun 2018 ini bisa dikatakan lancar, tidak ada permasalahan yang serius. Pondokan dan catering normal. Dalam kesempatan yang sama, kami dari Kemenag menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan musim haji 2018,” kata Sonhaji.

Meski pelaksanaan musim haji 2018 berjalan lancar, Kemenag Kabupaten Malang mengaku tetap akan melakukan evaluasi. “Evaluasi tetap akan kita lakukan, nanti setelah pelaksanaan semuanya selesai. Hal itu perlu kita lakukan agar pelaksanaan musim haji berikutnya lebih baik lagi,”pungkasnya.  (diy)