Site icon `

Di Depan Polisi, PSHT dan Pagar Nusa Sepakat Tidak Bikin Ricuh

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Perguruan Pencak Silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dan Pagar Nusa, sepakat melarang warga didiknya membuat kericuhan, baik di Kota Malang, Jawa Timur, maupun di wilayah lain.

 

Perguruan Pencak Silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) dan Pagar Nusa dialog di Polsek Lowokwaru, di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (11/03/2022).

 

HAL ITU disepakati dalam dialog yang digelar Polsek Lowokwaru, di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (11/03/2022).

“Saya harap, pertikaian yang terjadi di Banyuwangi dijadikan pelajaran bersama. Jangan sampai menambah permasalahan. Karena itu, kami menghimbau adik-adik kita untuk tidak terlibat dalam kericuhan di Kota Malang maupun di tempat lain. Karena kita semua saudara,” terang Kapolsek Lowokwaru, Kompol Suyoto di depan kelompok perguruan silat.

Dalam pertemuan itu, turut  hadir Lurah Tunjung Sekar,  H. Subhan Efendy, Ketua Ranting PSHT Lowokwaru,  Ansel, Dewan Cabang PSHT Kota Malang  Hendro Haryoko,  Dewan Penasihat Pagar Nusa dan Banser, H. Nur Hamzah, serta sesepuh masing-masing dari pihak.

Selain itu, masing-masing perguruan pencak silat ini menyepakati kericuhan yang terjadi antara PSHT dan Pagar Nusa yang terjadi di Banyuwangi dipercayakan penyelesaiannya ke kepolisian. Kedua belah pihak berkomitmen untuk menjaga kondusifitas Kota Malang.

Sebelumnya, sempat terjadi kericuhan di Banyuwangi antara PSHT dan Pagar Nusa,  Kamis (10/03/2022) dini hari. Hal itu membuat masyarakat. Untuk itu, Polresta Malang Kota dalam hal ini Polsek Lowokwaru berinisiatif membuat pertemuan silaturahmi antara kedua perguruan silat. (aji/mat)

WhatsAppFacebookGmailCopy LinkTwitterShare
Exit mobile version