
MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Di dunia ini tidak luput dengan adanya sejarah dan peninggalan nenek moyang. Di pulau Jawa sudah terkenal adanya penemuan serta sejarah dari kerajaan-kerajaan pada jaman dahulu kala. Salah satunya Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MENURUT Daman Wuri (60), juru pelihara Candi Singosari mengatakan, candi peninggalan Kerajaan Singosari ini ditemukan orang Belanda pada tahun 1803, dalam keadaan tertutup bukit yang tinggi dan direnovasi pada tahun 1934-1937.

“Di Candi Singosari terdapat arca-arca yang ditemukan dalam keadaan beserakan di sekitar candi. Tapi ada salah satu arca yang tidak berubah tempatnya dan hingga sekarang masih utuh. Namanya arca Dewi Parwati, istri dari Dewa Siwa yang tempatnya tepat berada di depan halaman menuju Candi Singosari,” kata Daman Wuri, Minggu (16/12/2018) lalu.

Daman menambahkan, yang menarik dari Candi Singosari adalah candi ini masih menjadi tempat ibadah orang Hindu dan Budha dari dahulu hingga sampai saat ini. Bahkan mereka masih mempercayai untuk berdoa di depan arca dengan membersihkan arca tersebut dengan air suci yang berada di sumur dekat candi.
“Mereka membersihkan arca tidak langsung disiram, melainkan melalui selang. Setelah mencuci arca, air cucian arca yang mengalir ditampung, lalu digunakan untuk diberikan kepada umatnya yang memuja arca tersebut, ” Daman Wuri.
Candi Singosari sampai saat ini masih dipelihara dengan baik. Tapi ada salah satu batu candi yang diganti tetapi tetap menggunakan batu yang berserakan di depan candi, lalu dipotong-potong, digabungkan menjadi satu bagian dengan Candi Singosari. Meskipun begitu tidak menghilangkan kesakralan Candi Singosari tersebut. (angela anuntiata gawal putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura/rahmat))