22 April 2024

`

Walikota Malang, Semangati Komponen Penting Sekolah

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Walikota Malang, Drs H. Sutiaji meminta, para tenaga pendidik sekolah termasuk Operator, Bendahara serta Kepala Sekolah untuk positif thinking terhadap siswa.

 

Pelaksanakan penguatan 3 komponen sekolah.

 

MENGINGAT, pada diri siswa itu, sudah bermodalkan hebat. Pengajar hanya perlu menciptakan bagaimana siswa itu bisa menjadi lebih hebat lagi.

Hal itu disampaikannya, saat menjadi pemateri Penguatan Perencanaan Pendidikan Satuan Pendidikan Negeri Se Kota Malang di Savana Hotel, Kamis (02/02/23).

“Kami memberikan penguatan tugas dan tanggung jawab bendahara, operator termasuk penanggung jawab sekolah dalam hal ini kepala sekolah. Tidak mungkin itu bisa direncanakan dengan baik, ketika paradigmanya tidak ditata,” terang Walikota Malang, Sutiaji ditemui usai acara.

Menurutnya, paradigmanya adalah, positif thinking kapada siswa. Siswa harus dipandang mempunyai kemampuan semuanya. Dan pasti bisa semua dalam banyak hal. Secara administrasi, hal itu menjadi tugas Bapeda dan inspektur untuk merencanakannya.

“Jadu lebih banyak memberikan penguatan emosional kepada kepala sekolah. Bahwa, anak itu dengan keterbatasannya, sudah hebat. Bahkan, anak itu mutiara. Nah bagaimana mengasah supaya mutiara itu bisa muncul,” lanjutnya.

Diharapkan, dengan perencanaan yang baik, nantinya para siswa bisa mendapatkan keilmuan yang berimbang. Antara keceradasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

Sementara itu, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE, MM menerangkan, bahwa di tahun ini untuk petama kalinya dipertemukan ketiga komponen sekolah. Mulai Bendara, Operator dan Kepala sekolah. Sehingga, bisa satu visi dan tidak menyalahkan satu sama lain.

“Kami di sekolah juga dituntut karena dana APBD dan APBN dituntut harus perencanaan dana itu harus dimasukkan ke SIPD, Sistem Informasi Pemerintah Daerah,” terangnya

Terkadang, lanjut Kadisdikbud, komponen sekolah itu, terkaget kaget. Baik perencanaan maupun pembelanjaan. Mengingat, aturan terbaru, baru, berjalan dalam 2 tahun.

“Untuk pembelanjaanya, biar tidak salah kami undangkan Inpektur. Sementara perencanaan, ada Bapeda,” pungkasnya. (aji)