16 Juni 2024

`

Wali Kota Malang : Mappilu Harus Memberi Edukasi dan Literasi Politik

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Kehadiran Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) PWI Malang Raya disambut baik Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji. Karena  pers menjadi salah satu kekuatan demokrasi. Keberadaannya akan memberi edukasi kepada masyarakat.

 

Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji, bersama pengurus Mappilu PWI Malang Raya yang dilantik, di Warung Tani, Jalan TPST, Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (10/05/2023).

 

“JADI Mappilu ini juga harus memberi edukasi dan literasi politik, sehingga masyarakat tidak lagi alergi dengan dunia politik,” kata Wali Kota Malang saat menghadiri pelantikan pengurus Mappilu PWI Malang Raya, Rabu (10/05/2023) siang di Warung Tani, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketua MAPPILU PWI Jatim, Mahmud Suhermono, berharap kepada pengurus MAPPILU yang telah dilantik agar dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya.

Dia menambahkan, media  menjadi salah satu pilar demokrasi yang  masih  banyak diharapkan. “Media ini bisa melihat, bisa memberikan masukan,  dan memberikan sempritan ketika ada pelanggaran. Harapannya, ini akan menjadi sebuah kekuatan dan menjadikan demokrasi ini yang berkualitas. Sehingga produk dari demokrasi ini nanti bisa dirasakan lima tahun ke depan,” papar Sutiaji.

Wali Kota Malang,  Jawa Timur,  Sutiaji.

Adanya Mappilu PWI Malang Raya ini, menurut Sutiaji, diharapkan juga akan turut melahirkan demokrasi yang bersih, jujur, adil,  dan bermartabat.  “Mappilu harus berdiri di atas kepentingan rakyat dan menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dengan demikian, nantinya akan melahirkan para pemimpin bangsa yang bermoral, amanah,  dan sesuai harapan rakyat,” harapnya.

Ketua Mappilu  Jawa Timur, Mahmud Suhermono,  melantik 24  pengurus Mappilu PWI Malang Raya, Rabu (10/5/2023).  “Mappilu PWI ini dalam menjalankan tugasnya tetap bersinergi dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat,” katanya.

Mahmud mengatakan,  meski sebagai anggota Mappilu,  dalam menulis berita tetap mengacu kepada kode etik jurnalistik. “Mappilu hanya menjalankan tugas sebagai pemantau. Jika diindikasi atau ditemukan pelanggaran pemilu, tetap dilaporkan ke Bawaslu selaku eksekutor,” jelasnya. (aji/mat)