TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, melihat atap SDN Donomulyo 1 yang rusak terdampak gempa.

Wabup – Korwil Diknas Donomulyo Santuni Yatim

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Di penghujung Ramadhan 1442 H/2021 M, Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, bersama Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Domomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, membagikan santunan untuk anak yatim, pembagian takjil, dan pakaian layak pakai di SDN Donomulyo 1, Senin (10/05/2021) sore.

 

Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, melihat atap SDN Donomulyo 1 yang rusak terdampak gempa.

 

DALAM kegiatan ini, wabup mengawali dengan turun ke jalan,  membagikan takjil bersama anggota Korwil Diknas Donomulyo kepada para pengendara yang melintas di jalan raya,  tepat di depan  SDN Donomulyo 1. Kemudian, wabup juga menyempatkan diri melihat dua ruang sekolah  SDN Donomulyo 1 yang rusak akibat guncangan gempa bumi beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, membagikan takji kepada warga yang melintas di jalan, depan SDN Donomulyo 1, Senin (10/05/2021) sore.

Setelahnya, Didik memantau display pengumpulan baju layak pakai yang siap dibagikan kepada para penerima dan membagikan tali asih kepada anak yatim, menyerahkan sejumlah bantuan didampingi pengurus Korwil Diknas Donomulyo, dan Muspika Donomulyo.

“Bersedekah merupakan amalan yang dapat dilakukan setiap waktu. Namun bersedekah di bulan suci Ramadhan akan menjadi amalan istimewa yang ganjarannya dilipatgandakan serta akan mendatangkan banyak kebaikan bagi mereka yang melaksanakannya. Semoga kegiatan ini dicatat sebagai amal ibadah yang diterima Allah SWT,” kata wabup.

Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH, MH, bersama Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Domomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, serta penerima santunan.

Wabup juga menyampaikan, seluruh umat muslim akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M.   ”Secara pribadi, saya dan tentunya semuanya,  tidak setuju dengan larangan mudik, karena mudik sebagai salah satu budaya menyambung silahturahmi. Namun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.  Kita harus percaya bahwa kebijakan ini dibuat semata-mata untuk memberikan perlindungan bagi segenap masyarakat Indonesia dari ancaman COVID-19,” terangnya.

Berkaca dari  ledakan COVID-19 di India, Wabup Malang  mengingatkan agar  semuanya dapat mengambil pelajaran agar k tidak mengenal kata menyerah dalam melawan COVID-19.  “Jangan sampai lengah, karena COVID-19 bisa saja menjadi ancaman yang mengerikan, dan kita berharap hal tersebut tidak terjadi,” ujarnya.  (div/mat)