20 Mei 2024

`

Universitas Terbuka (UT) Malang Wisuda 1.528 Mahasiswa

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sebanyak 1.528 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Malang, mengikuti wisuda, Kamis (19/10/2023) di Hotel Grand Mercure, Kota Malang, Jawa Timur.

 

Sebanyak 1.528 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Malang, mengikuti wisuda terhadap, Kamis (19/10/2023) di Hotel Grand Mercure, Kota Malang, Jawa Timur.

 

DIREKTUR UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati, menjelaskan, dalam wisuda periode kedua tahun 2023 ini, UT Malang meluluskan 1.612 wisudawan. “Namun dalam wisuda ini dihadiri 1.528 wisudawan, terdiri dari 1.259 mahasiswa FKIP, 154 mahasiswa Fakultas Ekonomi, 109 mahasiswa FHISIP, dan 6 mahasiswa FST. Mereka berasal dari 13 kota/kabupaten. Sementara sisanya sudah mengikuti wisuda di UT Pusat,” jelasnya.

Direktur UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati.

Lilik Sulistyowati menambahkan, pencapaian ini tidak hanya menggambarkan pertumbuhan yang pesat dalam jumlah mahasiswa, tapi juga jadi bukti kesuksesan pendekatan pembelajaran terbuka atau PJJ yang diterapkan banyak diminati lulusan SMK/SMA sederajat.

“Saya berpesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, bahwa belajar sepanjang hayat merupakan hal yang sangat utama dalam kehidupan sehari-hari. UT Malang siap melayani meraih cita-cita tersebut. Kami juga mendorong Anda untuk terus membangun koneksi melalui IKA, karena lulusan UT dapat menjadi kekuatan sebagai penggerak dalam masyarakat,” pesannya.

Dalam prosesi wisuda, nampak momen haru salah satu wisudawan. Dimana salah seorang ibu muda asal Pakis, Kabupaten Malang, Ferda, mewakilkan wisuda suaminya yang meninggal dunia akibat serangan jantung pada 12 Juli lalu.

Ditemui usai acara, Ferda mengaku meski sebelumnya ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangis, namun keharuan itu pecah seketika saat ia naik ke atas panggung dan menerima ijazah suaminya, Rubiyanto (alm), yang berhasil lulus dan meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). “Tadi seperti nguat-nguatin gitu, tapi pas naik panggung, udah pecah semuanya,” katanya.

Ibu muda yang baru dikaruniai satu orang anak ini melanjutkan, selain berprofesi sebagai guru di SD Banjarejo I, Pakis, Kabupaten Malang, almarhum suaminya itu sebelumnya juga pernah menjadi Ketua PPS Pemilu dan memiliki usaha wifi.

“Waktunya memang sibuk. Selain kuliah, mas juga ngajar SD, sebelumnya jadi Ketua PPS Pemilu tahun ini, dan ada usaha wifi juga. Awal nikah dulu, suami saya pernah nyeletuk, kalau lulus nanti ijazah nama suaminya, tapi foto dengan foto dirinya. Almarhum juga berpesan agar saya datang saat wisudanya, saya kira guyon, tapi ternyata ya itu,” terangnya. (div/mat)