TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Tim LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Negeri Malang (UM) menunjukan gerabah, produk Kampung Gerabah Pagelaran.

Universitas Malang Beri Pelatihan Pengrajin Kampung Gerabah Pagelaran

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tim LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan penataan lingkungan estetis Kampung Gerabah Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (23/11/2020) siang.

 

Tim LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Negeri Malang (UM) menunjukan gerabah, produk Kampung Gerabah Pagelaran.

 

KETUA LP2M UM yang diwakili Dr. Iriaji, M.Pd, dosen  seni dan desain Fakultas Sastra UM, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk penataan lingkungan estetis Kampung Gerabah Pagelaran serta merintis ekonomi wisata. “Karena Kampung Gerabah Pagelaran adalah kampung gerabah terbesar di Malang Raya,” katanya.

Menurutnya, pelatihan dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, mulai  materi pemetaan potensi, materi penataan lingkungan estetis, dan pembentukan desa wisata yang selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan dan pemasangan kap lampu.

Iriaji menjelaskan, kampung ini terkenal dengan kampung pengrajin gerabah mulai tahun 1960 an sampai  puncaknya  tahun 2000 an. Tapi lambat laun jumlahnya berkurang. Sekarang total pengrajin tinggal 156 pengrajin.

“Karena itu sudah sewajibnya kita, tim akademisi,  melanjutkan misi pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk lebih mengembangkan kampung tersebut melalui pelatihan -pelatihan, untuk menjadi wisata edukasi gerabah dan ekonomi wisata,”  ujar dosen  seni dan desain Fakultas Sastra UM ini.

Di kampung gerabah ini, banyak produksi yang dihasilkan. Seperti kendi, pot, bunga, cobek, dan banyak lagi. Harganya  bervariasi,  mulai  Rp 2.000 sampai  Rp 700.000, tergantung tingkat keindahannya.

Sutrisno,  salah satu pengrajin sekaligus Ketua Paguyuban Kampung Gerabah Pagelaran menyampaikan  terima kasih kepada tim pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang, karena sudah peduli kepada mereka. “Kami diberi pelatihan membuat kap lampu untuk penataan estetis yang bertujuan untuk kemajuan kampung kita,” ujarnya. (div/mat)