25 April 2024

`

UMM Latih SDM Siap Kerja ke Jepang

3 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mendirikan program training dan penempatan kerja di Jepang. Program hasil kerjasama dengan OS Selnajaya ini memungkinkan para anak muda Indonesia, khususnya lulusan SMA/SMK, meniti karir di negeri Sakura.

 

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, bersama para peserta pelatihan.

 

SAAT pembukaan pelatihan, Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, menjelaskan, program ini menjadi langkah UMM untuk memberikan fasilitas bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya Jepang. Ke depannya, akan  banyak negara tujuan yang bisa dipilih.

“Saat ini ada dua gelombang yang sudah mengikuti pelatihan ini. Materi yang diberikan yakni pelatihan bahasa, training kecakapan  pada masing-masing bidang,” kata Fauzan, Selasa (24/05/2022) siang.

Lulusan program training dan penempatan kerja di Jepang siap berangkat ke Jepang.

Fauzan  menegaskan, saat ini  UMM sudah mulai membangun fasilitas beragam training di Karangploso. Berbagai pihak juga sudah digandeng untuk merealisasikan program-program menarik lainnya.  “Mudah-mudahan inovasi-inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan mampu menjadi model untuk yang lain. Saya berpesan agar peserta bisa memberi kesan baik ketika nanti bekerja di Jepang. Karena orang baik itu akan selalu dicintai dan dirindukan,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM,  Dr. Tulus Winarsunu, M.Si,  menerangkan, program ini berupaya untuk memberikan informasi terkait skema-skema pekerjaan yang dibutuhkan di Jepang. Selain itu juga memfasilitasi lulusan SMK, SMA, dan perguruan tinggi untuk mendapatkan akses pelatihan yang nantinya berujung pada penempatan kerja.

“Ada dua skill utama yang diberikan kepada para peserta selama 6 – 12 bulan proses pelatihan. Pertama,  kemampuan bahasa Jepang yang akan mendukung proses penerimaan kerja. Kedua, skill pekerjaan di masing-masing bidang. Setelah itu mereka diharuskan mengikuti ujian sebagai persyaratan bekerja di Jepang,” jelas Tulus Winarsunu.

Tulus menjelaskan, program hasil kerjasama dengan OS Selnajaya ini juga membantu mengatur jadwal wawancara antara peserta dan user untuk memastikan penempatan kerja. Begitu pun dengan penyiapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk bekerja di luar negeri. “Jadi setiap orang bisa mendaftar menjadi salah satu peserta agar bisa diberangkatkan ke Jepang,” tambahnya.

Sampai saat ini, ada lima skema pekerjaan yang sudah disusun. Di antaranya kaigo atau caregiver, produksi makanan dan minuman, building cleaning, perikanan dan budidaya serta pertanian. Para peserta training bisa memilih salah satunya selama persyaratan yang diberikan bisa terpenuhi dengan baik.

Sementara itu, Reza Ramadhan, Global Strategy OS Selnajaya,  menuturkan, di gelombang pertama, Januari 2022, ada 17 orang yang sudah bergabung. Angkatan tersebut  untuk mereka yang ingin berkarir di bidang caregiver. Sementara di gelombang dua, ada 25 peserta yang terbagi menjadi lima bidang pekerjaan. Sehingga total ada sekitar 42 orang.

“Fasilitas yang disediakan oleh Training Center UMM-OS Selnajaya juga mumpuni. Mulai dari  asrama selama pelatihan, air dan  listrik, buku-buku, dan materi dari para guru serta tutor yang ada. Adapun penghasilan yang  diterima mencapai Rp  13 juta – Rp 15  juta tiap bulan, dengan kontrak selama lima tahun.

“Kalau kaigo atau caregiver pelatihannya cukup lama, karena hubungannya lebih banyak dengan manusia, khususnya terkait bahasa. Apalagi yang dirawat adalah para lansia. Sementara kalau bidang lain relatif tidak perlu berinteraksi dengan orang banyak. Untuk biaya, ada dana talang yang bisa dimanfaatkan oleh para calon peserta. Nantinya, mereka bisa menyicil biaya pelatihan saat sudah bekerja. Jadi saya kira bantuan ini cukup memudahkan,” ungkap Reza Ramadhan.

Para peserta akan melalui beberapa tahapan hingga nanti bisa berkarya di Jepang. Diawali dengan pelatihan, kemudian ujian bahasa serta skill, proses wawancara hingga keberangkatan menuju lokasi.

Dalam hal ini, UMM dan OS Selanajaya akan mengarahkan dan memfasilitasi di setiap proses tersebut. Reza menilai,  tidak ada kendala yang berarti selama proses pelatihan. Hanya saja pihaknya perlu menjaga motivasi para peserta. Apalagi materi yang diberikan sangat padat, model belajar tiap orang yang berbeda, serta waktu untuk beradapatasi.

Menurutnya, peluang yang tersedia cukup besar. Apalagi melihat kebutuhan sumber daya manusia (SDM) lima bidang pekerjaan di Jepang yang cukup banyak. “Tentu kami berharap program UMM-Selnajaya ini bisa turut membantu lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi dalam membangun karir yang bagus di luar negeri,” pungkasnya.  (div/mat)