13 April 2024

`

UM Kukuhkan 5 Guru Besar

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Negeri Malang (UM) Jawa Timur, mengukuhkan 5 guru besar, Kamis (12/05/2022) di gedung Cakrawala secara terbatas. Tamu yang hadir wajib tes swab dan menerapkan protokol secara ketat.

 

Inilah lima guru besar yang dikukuhan Universitas Negeri Malang (UM) Jawa Timur, Kamis (12/05/2022).

 

KELIMA guru besar tersebut adalah,  Prof. Dr. Cipto Wardoyo, SE, M.Pd, M.Si, Ak, CA, (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof. Dr. Hardika, M.Pd (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Luar Sekolah), Prof. Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si (Ilmu Kimia FMIPA), Prof. Dr. Maisyaroh, M.Pd (Guru Besar Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan), Prof. Dr. Hari Wahyono, M.Pd (Guru Besar Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis).

Prof. Dr. Cipto dalam cuplikan orasinya menjelaskan, peningkatan profesionalisme merupakan tuntutan yang tidak dapat dihindari,  karena meningkatnya profesionalisasi terhadap profesi. “Konsekuensi  peningkatan ini adalah peningkatan apresiasi yang diterima oleh setiap pendidik dari masing-masing institusi. Peningkatan profesionalisme dosen pada awal karirnya tidak berbanding lurus dengan peningkatan profesionalisasinya,” jelasnya.

Dia menambahkan, secara umum, empat fase profesional pendidik dapat ditandai dengan berbagai hal. Di antaranya,  fase otonom profesional, profesional otonom, fase profesional kolegial,  dan  fase pasca profesional.

Prof. Dr. Hardika yang  mengangkat tema Model Pembelajaran yang Memberdayakan Peserta Belajar,  menjelaskan, dalam perspektif pendidikan luar sekolah, keberdayaan merupakan capaian belajar yang sangat penting dalam setiap proses interaksi pembelajaran. Dengan keberdayaan diri, warga belajar dapat mengelola dan memenuhi kebutuhan belajarnya dengan memanfaatkan seluruh potensi diri dan lingkungan.

“Oleh karena itu, pembelajaran model fasilitatif yang mengedepankan prinsip learning how to learn atau  bagaimana belajar menjadi pilihan yang baik (bisa jadi terbaik) dalam menghasilkan pribadi-pribadi warga belajar kritis yang mampu melakukan pilihan cara belajar yang benar,” jelasnya.  (div/mat)