25 April 2024

`

UB Tambah Empat Guru Besar

2 min read

MALANG | TABLOIDJAWATIMUR.COM – Mengawali tahun 2024, Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, menambah 4 profesor. Prosesi pengukuhan keempatnya dilakukan di Gedung Samantha Krida UB, Selasa (16/01/2024).

 

Inilah para guru besar UB yang dikukuhkan, Selasa (16/01/2024) di kampus setempat.

 

MEREKA itu, Prof. Andriani dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani, Prof. Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, M.S, serta Prof. Dr. Sucipto, S.T.P., M.P. Ketiganya dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).

Dalam orasinya, Prof. Andarini memaparkan konsep Food Selfie-posting Citizenship Behavior. Salah satu cara mempromosikan city branding melalui wisata gastronomi di era digital.

“Diperlukan peran ekstra dan sukarela dari konsumen. Dengan budaya food selfie-posting arah yyangpositif, untuk  memposisikan diri sebagai bagian dari city branding, dengan menunjukkan value dan experience, dari makanan, masakan populer yang dimiliki,” terang Andarini, ditemui Senin (15/01/2024) siang.

Namun demikian masih sedikit perhatian dalam wisata gastronomi. Mengkaji food selfie-posting citizenship behavior, berdampak positif bagi orang lain. Tidak menonjolkan sisi negatif secara individual konsumen, seperti narsisme, eksibisionisme dan self-esteem.

Sementara itu, ke tiga profesor lainya, membahas tentang ketahanan pangan melalui sejumlah teknologi dan metode untuk makanan. Dengan teknologi BioSIFAG,  pengawetan pangan modern, memanfaatkan bakteriosin, menghambat bakteri patogen.  “Menggunakan agen biologi, berupa protein dan virus dalam menghambat bakteri patogen,” terang Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani.

Selama ini, kata Agustin, secara konvensional, mengontrol kontaminasi bakteri. Namun penggunaan pengawet kimia, berdampak pada penurunan kualitas pangan, respon alergi dan lainya.

Sedangkan Prof. Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, dikukuhkan sebagai guru besar pada bidang Manajemen Industri Pertanian. Ia merancang Integrated Greener Strategy Model untuk mencapai kinerja berkelanjutan dengan inovasi hijau. “Model ini hanya dikreasi pada industri pangan. Penting investigasi pada sektor lain. Mengeksplorasi determinan inovasi hijau tentunya dengan ramah lingkungan,” terangnya.

Prof. Dr. Sucipto, dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Sistem Mutu dan Halal pada Fakultas Teknologi Pertanian. Ia mengembangkan Halalan-Thoyyiban Assurance System (HTAS). Mengintegrasikan jaminan halal, aman, dan kualitas berbasis teknologi dan manajemen, didukung infrastruktur mutu nasional. (aji/mat)