
MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, mengukuhkan Prof. Dr. Drs. Muhammad Saifi,M.Si, dari Fakultas Ilmu Administrasi dan Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si, MT, Ph.D, dari Fakultas Ilmu Komputer sebagai guru besar, Sabtu (12/03/2022) siang.
PROF. Dr. Drs. Muhammad Saifi,M.Si dari Fakultas Ilmu Administrasi akan di kukuhkan sebagai professor di bidang Ilmu Manajemen Keauangan. Ia merupakan profesor aktif ke-12 di FIA. Sedangkan Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si, MT, Ph.D sebagai profesor di bidang Ilmu Komputer.
Prof. Dr. Drs. Muhammad Saifi,M.Si, yang mengangkat tema Keuangan Terpadu di Perusahaan Asuransi, menjelaskan, Kebijakan Keuangan Terpadu dirumuskan dengan lima unsur dasar, yaitu corporate governance, intelectual capital, invesment policy, capital structure policy dan dividend policy. “Kebijakan keuangan terpadu merupakan bagian dari ilmu manajemen keuangan dan bisnis yang berorientasi pada upaya mensejahterakan pemilik perusahaan,” jelasnya, Jumat (11/03/2022).
Dia menambahkan, model kebijakan keuangan terpadu tersebut didapat dari pengambilan sampel 8 perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai tahun 2018 hingga tahun 2020. Sampel perusahaan asuransi ini menarik diangkat karena semakin meningkatnya trend masyarakat membutuhkan perlindungan atas apa yang dimiliki.
Saifi menjelaskan, kebijakan keuangan yang tepat untuk meningkatkan kinerja perusahaan diawali dari tata kelola perusahaan yang tepat. “Agar perusahaan tetap objektif, efisien, dan berorientasi pada tujuan, maka pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya perlu mengambil bagian dalam tata kelola perusahaan,” jelasnya.
Selanjutnya, kemampuan bersaing perusahaan tidaklah pada kepemilikan aktiva berwujud saja, tetapi aktiva yang tidak berwujud lebih pada inovasi, pengelolaan organisasi, skill dan sumber daya yang dimilikinya. Perusahaan akan menitikberatkan pentingnya aset pengetahuan (knowledge asset). Salah satu pendekatan penilaian aset pengetahuan adalah modal intelektual.
Sementara itu, Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si, MT, Ph.D, mengangkat tema Pengembangan Metode Kecerdasan Buatan Terintegrasi untuk Optimasi Proses Produksi dan Distribusi Induistri Manufaktur.
Pada orasi tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Komputer ini memaparkan kerangka solusi yang diusulkan disebut “Model Terintegrasi Produksi Distribusi Manufaktur (MPDM)”.
MPDM manggabungkan adaptive neuro fuzzy inference system (ANFIS) untuk meramalkan permintaan produk oleh konsumen, improved genetic algorithms (IGA) untuk menentukan jumlah setiap jenis barang yang harus diproduksi, real-coded genetic algorithms (RCGA) untuk menyusun jadwal produksi, dan modified genetic algorithms (MOGA) untuk menyusun mekanisme distribusi.
Permasalahan pada proses produksi hingga distribusi yang harus diselesaikan ada empat. Pertama, peramalan diperlukan untuk mendapatkan jumlah permintaan konsumen untuk setiap jenis produk. Kedua, perencanaan produksi agregat menghasilkan kuantitas setiap jenis barang yang harus diproduksi.
Ketiga, penentuan waktu mulai untuk memproduksi setiap jenis produk dilakukan pada proses penjadwalan. Keempat, proses produksi dilakukan dan kemudian produk harus didistribusikan ke konsumen.
“Keempat permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan prinsip optimasi di industri manufaktur. Produk yang dihasilkan harus lebih baik, lebih cepat proses produksinya, lebih kompetitif dari segi harga, dan bisa diterima konsumen tepat waktu dengan biaya distribusi yang rendah,” jelasnya. (div/mat)