16 Juni 2024

`

UB, IsDB, Serunai Malaysia Bahas Platform Sertifikasi Halal

3 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur,  Islamic Development Bank (IsDB), serta Serunai Commerce Malaysia, kembali membahas platform sertifikasi halal bagi pengusaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), belum lama ini.

 

Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Islamic Development Bank (IsDB), serta Serunai Commerce Malaysia, kembali membahas platform sertifikasi halal bagi pengusaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), belum lama ini.

 

PLATFORM yang digadang-gadang tersebut diharapkan bisa menyelesaikan semua tahapan proses sertifikasi halal dalam waktu maksimal 21 hari sejak pendampingan, audit, hingga verifikasi.

Koordinator Tim Reverse Linkage dan Direktur Pusat Kajian Kerjasama Selatan-Selatan UB, Hagus Tarno, mengatakan, target sertifikasi halal tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Cipta Kerja.

“Upaya ini sebagai langkah mewujudkan amanat UU Cipta Kerja untuk mempercepat proses sertifikasi halal. Jika selama ini proses sertifikasi halal butuh waktu sekitar 97 hari kerja hingga tahunan, dengan sistem ini maksimal 21 hari,” katanya.

Untuk memantapkan proses tersebut,  UB dan Serunai kembali membahas poin-poin apa saja yang harus diisi dalam empat platform sertifikasi halal tersebut.

“Kita sekarang sedang mengidentifikasi dan menyusun poin-poin apa saja yang akan dimasukkan dalam penyusunan modul atau aplikasi tersebut. Identifikasi ini diawali dengan mencermati informasi dan dokumen apa saja yang layak untuk dibagikan maupun yang rahasia. Manajemen data dan dokumen diharapkan mempermudah proses sekaligus menjaga kerahasiaan dokumen yang dimiliki UMKM maupun perusahaan-perusahaan pengusul sertifikasi,” kata Hagus.

Dosen Fakultas Pertanian UB  ini menambahkan, tiga  tamu dari Serunai Malaysia datang ke UB,  Rabu (30/03/2022) untuk mengidentifikasi apa saja yang ada  dalam empat platform yang akan dibuat.

Presiden IsDB, H.E. Dr. Muhammad Al Jasser, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan BAPPENAS, Dr. Ir. Suharso Monoarfa.

Produk kunci yang nanti akan disiapkan meliputi Verify Halal (VHSMART™), Halal Center Master System (HCMS), Halal Audit Digital Integrated System (HADIS), dan Halal Digital Chain.

VH Smart Indonesia akan digunakan pemilik merk (perusahaan/UMKM).  HCMS akan digunakan oleh Halal Center Universitas Brawijaya, HADIS akan digunakan Auditor dari LPH UB ketika ditunjuk oleh BPJPH sebagai auditor sertifikasi halal, dan HADIC yang merupakan blockchain digital  akan digunakan oleh banyak pihak terkait dengan sertifikasi halal.

Untuk membangun jaringan tersebut tidak bisa dibangun sendiri. Harus dikoneksikan  dengan sistem yang dimiliki oleh lembaga yang mengurusi otoritas halal yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama Republik Indonesia.

Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Serunai Commerce Malaysia dan Islamic Development Bank (IsDB) telah melaunching IsDB Reverse Linkage Project dalam Pengembangan Ekosistem Halal Digital.

Difasilitasi oleh BAPPENAS, kegiatan ini berlangsung di Jakarta, Senin (28/03/2022), dan dihadiri langsung Presiden IsDB,  H.E. Dr. Muhammad Al Jasser, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan BAPPENAS, Dr. Ir. Suharso Monoarfa.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Internasionalisasi UB,  Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS, mengatakan, pihaknya dipercaya untuk mengimplementasikan seluruh kegiatan dan proses untuk mencapai tujuan utama yaitu UB dapat lebih berdaya dalam menjadi pemangku kepentingan yang signifikan dalam penerapan ekosistem halal di Indonesia. “UB siap memanfaatkan peluang yang diberikan oleh Serunai Commerce dan IsDB ini,” katanya.

Dia menambahkan, selain berkembangnya penelitian inovatif pada area halal, kerja sama ini juga memberi peluang yang signifikan bagi lulusan untuk menjadi auditor halal bagi perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi halal untuk produk dan layanan mereka.

“UB diharapkan dapat menghasilkan hingga 25.000 auditor atau pendamping proses produk halal berkualitas untuk mendukung peningkatan ekosistem halal di Indonesia. Auditor dan pendamping ini mencakup industri prioritas, antara lain industri makanan dan minuman, pertanian, farmasi, logistik, kimia, dan tata kelola ekosistem Halal secara keseluruhan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Presiden IsDB, H.E. Dr. Muhammad Al Jasser,  mengatakan, proyek ini akan menjadi katalis dalam pemberdayaan industri halal. Hal ini akan menunjukkan bahwa Indonesia terus memainkan peran kepemimpinan di bidang halal.

Sementara itu CEO dan founder Serunai Commerce Group,  Amnah Shaari,  menuturkan, mereka berkomitmen untuk berkontribusi memperjuangan halal terutama dengan inovasi digital. “Dengan meningkatnya permintaan halal, terutama pada masa pandemi, akan mempercepat kebutuhan platform halal digital untuk menjamin kualitas sebuah produk,” katanya. (div/mat)