25 April 2024

`

Tingkatkan Nasionalisme, Mahasiswa FPP UMM Ikuti Diklat Bela Negara

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mengikuti Pendidikan Bela Negara di Pusat Diklat Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud), Malang, sejak Senin (16/01/2023) hingga selesai.

 

Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mengikuti Pendidikan Bela Negara di Pusat Diklat Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud), Malang, sejak Senin (16/01/2023) hingga selesai.

 

KOMANDAN Pusat Diklat (Pusdik) Artileri Pertahanan Udara (Arhanud), Brigjen TNI Raden Edi Setiawan, SH, menjelaskan, generasi muda saat ini sangat mengikuti zaman, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun teknologi. Sayangnya, tidak diimbangi dengan rasa nasionalisme. Maka perlu adanya kegiatan yang bisa meningkatkan rasa kecintaan akan tanah air.

Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mengikuti Pendidikan Bela Negara di Pusat Diklat Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud), Malang, sejak Senin (16/01/2023) hingga selesai.

“Salah satunya dengan aktivitas bela negara yang dilaksanakan FPP UMM ini. Dengan kedisiplinan dan ketekunan, saya yakin saudara mampu menjadi pribadi yang bermanfaat. Bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga untuk masyarakat luas,” katanya saat memberikan sambutan pembukaan Pendidikan Bela Negara bagi  mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (16/01/2023) pagi.

Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, mengikuti Pendidikan Bela Negara di Pusat Diklat Artileri Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud), Malang, sejak Senin (16/01/2023) hingga selesai.

Sedangkan Wakil Rektor I  UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, MSi, menilai. bela negara ini dapat melatih kedispilinan mahasiswa, sehingga akan membuahkan sifat ketekunan dan manajemen yang baik dalam diri masing-masing. “Kegiatan ini menjadi model baru dalam meningkatkan nasionalisme dan bisa diekuivalensi pada amata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan (PPKN),” katanya.

Di sisi lain, Dr. Ir. Aris Winaya, MM, MSi, Dekan FPP UMM, mengatakan, era digital memberikan banyak dampak positif maupun negatif. Banyak budaya luar yang masuk dan mengikis nasionalisme. Bahkan anak muda dirasa lebih mengenal budaya asing yang kurang sesuai dengan  budaya Indonesia.

“Selain jiwa nasionalisme yang tinggi, sebagia warga negara Indonesia, kita juga harus mengedepankan tata susila yang ditunjukkan pada perkataan maupun perbuatan. Bukan hanya kepada mereka yang dekat, tapi juga kepada masyarakat secara luas,” pungkasnya. (div/mat)