20 Juli 2024

`

Tim Astrofotografi UB Perkirakan Terjadi Gerhana Matahari 20 April 2023

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim Astrofotografi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, memperkirakan pada Ramadhan tahun 2023 ini akan terjadi gerhana matahari, karena terjadi konjungsi matahari dan bulan menjelang 1 Syawal 1444. 

 

Tim Astrofotografi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, memperkirakan pada Ramadhan tahun 2023 ini, tepatnya pada 20 April 2023, akan terjadi gerhana matahari. (foto : by Eka Maulana. Diambil dari IPHONE)

TIM yang dikoordinir M Fauzan Edipurnomo, beranggotakan Eka Maulana, Waru Djuriatno, M Aswin, A A Razak, dan beberapa Pranata Laboratorium Fakultas Teknik UB ini memperkirakan gerhana matahari terjadi pada  20 April 2023. “Fenomena gerhana matahari diperkirakan akan terjadi pada  20 April 2023,” kata Eka Maulana, belum lama ini.

Dia menjelaskan, gerhana matahari total dapat diamati di Indonesia bagian timur hingga tengah. Sedangkan gerhana matahari parsial (sebagian) dapat diamati dari Indonesia bagian tengah hingga bagian barat. “Masyarakat yang berada pada daerah Indenesia bagian barat,  khususnya Kota Malang, dapat menikmati gerhana matahari parsial ini mulai pukul 09.28 WIB hingga pukul 12.22 WIB. Puncak gerhana matahari terjadi pukul 10.52 WIB dengan tingkat magnitute gerhana 67%. Total waktu gerhana 2 jam 55 menit,”kata Eka.

Eka menjelaskan, terjadinya gerhana matahari berpotensi dapat menyebabkan berkurangnya intensitas radiasi inframerah matahari yang jatuh ke lapisan ionosfer bumi. Fenomena ini memungkinkan menurunnya jumlah foton yang merupakan gelombang elektromagnetik yang berada di atas bumi, dimana sifatnya sebagai gelombang elektromagnetik ini berperan sebagai media transmisi dalam pengiriman sinyal satelit, radio, HP, maupun sinyal perangkat komunikasi sejenis lainnya.

“Jika perangkat-perangkat komunikasi ini tidak diset dengan ambang batas toleransi perubahan intensitas radiasi ini, maka ada peluang akan terpengaruh dalam pengiriman datanya. Perubahan radiasi ini besar kemungkinan juga dapat dirasakan oleh makhuk hidup lain yang peka terhadap perubahan intensitas gelombang elektromagnetik, seperti hewan melata, burung, maupun jenis tanaman tertentu,”katanya.

Meghadapi fenomena ini, Eka dan tim menyarankan  untuk selalu waspada terhadap segala bentuk perubahan iklim, cuaca, maupun fenomena alam lainya. “Adanya fenomena-fenemena ini adalah tanda-tanda alam dari sang pencipta yang mestinya kita ambil pelajaran serta hikmahnya. Disarankan melihat gerhana matahari dengan filter matahari, sehingga tidak secara langsung radiasi sinar ini mengenai mata kita,” pesannya. (div/mat)