23 April 2024

`

Terkait Dana Hibah, Kejaksaan Periksa Pengurus KONI Kota Malang

2 min read
"Ditanya seputar dana hibah yang diterima KONI tahun 2020 dan 2021. Terkait aliran dan peruntukannya," terangnya ditemui usai memberikan keterangan kepada Kejaksaan Negeri Kota Malang.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Jawa Timur, dimintai keterangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, terkait dana hibah dari APBD Kota Malang tahun anggaran 2020 sebesar Rp 10 miliar dan dana hibah Rp 10 miliar dari APBD tahun anggaran 2021, Rabu (22/06/2022).

 

Salah seorang pengurus KONI datang untuk dimintai keterangan di Kejaksaan Negeri Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (23/06/2022) siang.

 

Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Eko Budi Susanto, SH.

PARA PENGURUS yang diperiksa  mulai bendahara, sekretaris, hingga audit internal.

Usai dimintai keterangan, Bendahara KONI, Imam Buchori, mengaku ditanyai hingga 26 pertanyaan. “Ditanya seputar dana hibah yang diterima KONI tahun 2020 dan 2021. Terkait aliran dan peruntukannya,” terangnya ditemui usai memberikan keterangan kepada  Kejaksaan Negeri Kota Malang.

Salah seorang pengurus KONI dimintai keterangan jaksa di Kejaksaan Negeri Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (23/06/2022) siang.

Imam  menjelaskan, dana hibah KONI dari APBD Kota Malang tahun 2020 sebesar Rp 10 miliar, dan APBD 2021 besarnya sama,  Rp 10 miliar. “Saya sampaikan, dana hibah tersebut untuk kebutuhan setiap cabang olahraga (cabor),” lanjutnya.

Pengeluaran anggaran itu, kata Imam, berdasarkan proposal dan ACC (persetujuan) dari Ketua Umum KONI.

Sementara itu, Sekretaris KONI Kota Malang, Ahmad Anang Fatoni, mengaku dirinya ditanya 13 pertanyaan. Hal itu terkait kewenangan dan tugas pokok serta fungsinya. “Dimintai keterangan dari pengaduan masyarakat (dumas), terkait dana hibah KONI 2020 dan 2021,” terang Anang.

Anang menyebut, anggaran yang dikelola sebagian besar untuk cabor. Untuk itu, dia bersama dua rekannya memenuhi panggilan kejaksaan. “Sedianya memenuhi panggilan Senin (20/06/2022), namun karena ada giat, baru hari ini (Rabu, 22/06/2022),” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Zuhandi, SH, MH, melalui Kasi Intelijen Eko Budi Susanto, SH, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.  “Sampai hari ini sudah 25 orang dimintai keterangan. Dari KONI dan PSSI. Bahkan juga altet cabang olah raga serta rekanan,” terang Eko. (aji/mat)