25 April 2024

`

Tenda Tiup Buatan LPPM Unmer Malang Dapat Menampung Korban Bencana

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Jawa Timur, memamerkan inovasi tenda tiup hasil rancangan LPPM, di aula Unmerpreneur-Hub, Fakultas Teknik Universitas, Rabu (30/08/2023) siang. Tenda ini dapat digunakan untuk menampung penduduk korban bencana.

 

Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Jawa Timur, berada di dalam tenda tiup hasil rancangan LPPM, di aula Unmerpreneur-Hub, Fakultas Teknik Universitas, Rabu (30/08/2023) siang.

 

Beginilah kondisi di dalam tenda tiup hasil rancangan Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Jawa Timur. Tenda ini dapat digunakan untuk penampungan penduduk korban bencana.

“INOVASI tenda tiup ini nantinya akan digunakan untuk menampung para korban bencana alam,” kata Kapus Kemandirian, Kewirausahaan, dan Inkubator Unmer, Hery Budiyanto, sebelum menggelar Fokus Group Discussion (FGD) penyiapan sarana dan prasarana penampungan penduduk korban bencana, bersama Jurnalis Siaga Bencana (JSB) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, di kampus setempat, Rabu (30/08/2023) siang.

Hery Budiyanto menambahkan, tenda tiup berukuran 6 X 9 meter ini juga bisa untuk rumah sakit darurat di lokasi bencana atau tempat media center bagi wartawan. Karena keberadaan media center sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi terkait update kondisi bencana. “Tenda tiup ini memiliki kapasitas untuk 10 orang. Fasilitasnya, ada air conditioner (AC), alas tidur tiup, lampu penerangan yang menggunakan sumber energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 2.000 peak,” jelasnya.

Inilah tenda tiup hasil rancangan Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Jawa Timur. Tenda ini dapat digunakan untuk penampungan penduduk korban bencana.

Hery menjelaskan, untuk penyimpanan listrik dari PTLS, tenda tiup ini juga memiliki dua baterai, yang masing-masing baterai memiliki daya 12 volt 200 Ah atau 4800 Kilowatt (kW) dengan kapasitas 4,8 Watt. “Kalau dipergunakan untuk rumah sakit darurat, membutuhkan PLTS bertegangan 2.000 Watt Peak. Untuk mendukung itu dibutuhkan empat baterai yang memiliki daya 12 Volt 200 Ah atau 9600 Watt dengan kapasitas 9,6 kW,” terangnya.

Hery menambahkan, untuk mendirikan tenda ini membutuhkan waktu 20 meni, cukup menggunakan kompresor. “Tenda tiup ini tahan air, jika hujan tidak tembus,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua JSB PWI Malang Raya, Cahyono, mengatakan, jika terjadi bencana alam di wilayah Malang Raya, JSB PWI Malang Raya sangat membutuhkan tenda tiup inovasi dari LPPM untuk media cennter. “Selama ada bencana alam, teman-teman wartawan kebingungan untuk update data, karena tidak tersedia media center,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap LPPM Unmer Malang bersedia memberikan pinjaman atau hibah kepada JSB PWI Malang Raya. “Saya melihat tenda tiup inovasi dari LPPM itu lebih praktis dan sangat layak untuk basecamp bagi teman-teman wartawan saat berada di lokasi bencana,” ulasnya. (mat).