13 April 2024

`

Tangan Lepas, Kepala Tinggal Tengkorak, Mayat MR X Membusuk di Hutan

2 min read
Beginilah kondisi mayat yang tak dketahui indentitasnya, terkapar di tengah hutan di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan membusuk di hutan Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (25/05/2019) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

 

“BENAR, tadi, sekira pukul 09.00 WIB, ada penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di hutan di Dusun Genderan, Desa Sukodadi,” kata Kapolsek Wagir, AKP. Mey Surya Ningsih.

Relawan PMI Kab Malang mengevakuasi mayat di Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ke dalam mobil ambulance.

Apakah ada  tanda kekerasan dalam tubuh korban? “Kami belum bisa memastikan, karena kondisi mayat sudah membusuk. Saat ini jajaran kami sedang melakukan penyelidikan,” tandas Mey.

Sementara itu, menurut Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo, kondisi mayat diperkirakan sudah lebih dari lima hari meninggal dunia. “Kalau melihat kondisinya, diduga lebih dari lima hari meninggalnya. Saat dievakuasi, kepala mayat sudah berupa tengkorak. Lengan kanannya sudah lepas, seperti digigit binatang buas,” jelasnya usai melakukan proses evakuasi.

Menurut keterangan yang didapat PMI Kabupaten Malang, mayat lelaki malang ini, pertama kali ditemukan warga yang sedang berburu tupai. “Ada warga yang sedang berburu tupai, kemudian melihat ada sesosok mayat,  kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Wagir,” ungkap Tomo.

Dia menambahkan, tempat korban ditemukan berada di pinggir sungai kecil, di tengah hutan. “TKP (Tempat Kejadian Perkara) berada di pinggir sungai kecil, dan jauh dari pemukiman penduduk, karena di tengah hutan,” lanjutnya.

Usai dilakukan proses olah TKP, mayat lelaki yang diduga berumur 50 tahun ini, langsung dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. “Sesuai dengan permintaan pihak Kepolisian, mayat kami bawa ke IKF RSSA,”pungkas pria yang akrab disapa Mbah Tomo ini.  (ide)