16 Juni 2024

`

Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan Dijaga 440 Personel Gabungan

2 min read

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sidang perdana perkara Tragedi Stadion Kanjuruhan yang berada di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bakal digelar di di Ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (16/01/2023) pukul 10.00 WIB.

 

Humas PN Surabaya, Suparno dan AA Gede Agung Paranta memberi keterangan kepada awak media.

 

MESKI terbuka untuk umum dan berlangsung online, pengunjung sidang dan wartawan dibatasi. Agar pelaksanaan sidang yang menarik perhatian publik itu berlangsung lancar dan damai, pihak PN Surabaya menyiagakan tim gabungan,  TNI-Polri sebanyak 440 personel.

Kepada awak media, Humas PN Surabaya, Suparno dan AA Gede Agung Paranta, menegaskan, sidang akan dilakukan dengan cara online. Ada batasan untuk para pengunjung dan media. “Jadi pelaksanaan sidang akan dilakukan pembatasan pengunjung yang hendak menyaksikan persidangan. Karena keterbatasan ruangan, sehingga untuk melakukan peliputan  nanti dilakukan  secara bergiliran,” kata AA Gede Agung Paranta, di ruang Humas  PN Surabaya, Kamis,(12/01/2023).

Selain ada pembatasan, untuk wartawan diperkenankan melakukan peliputan selama persidangan berlangsung. Ada tiga majelis hakim yang mengadili lima terdakwa. Masing-masing Abu Achmad Sidqi Amsya, Mangapul, dan I Ketut Kimiarsa.

“Wartawan boleh melakukan peliputan, namun tidak diperbolehkan menyiarkan secara live streaming. Selain itu wartawan yang akan masuk ke dalam PN Surabaya akan diberikan name tag. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu akan dilakukan identifikasi terhadap masyarakat yang hendak memasuki lingkungan PN Surabaya,” jelas Gede Agung.

Untuk menjaga ketertiban selama persidangan berlangsung, para wartawan diharuskan memakai name tag yang akan diberikan  petugas selama berada dalam lingkungan PN Surabaya.

Terkait pengamanan selama persidangan, disiagakan aparat keamanan, dari kepolisian dan TNI sebanyak 440 personel. Selain itu, di perbatasan Surabaya juga akan dijaga ketat dari kepolisian dan TNI untuk menghindari Aremania tidak masuk ke Surabaya. “Kemarin sudah melakukan rapat dengan  Polda Jatim, Polrestabes,  Kejaksaan, serta Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Surabaya, termasuk Bonek dan pesilat untuk membantu semampunya. Intinya,  Arema tidak boleh masuk ke Surabaya,” ucap Suparno.

Untuk jumlah keseluruhan dari anggota sebanyak 1.360 personel untuk perbatasan di Surabaya. Mulai dari Polres Pasuruan, Polres Mojokerto, Polres Malang, Polres Kepanjen, Polres Sidoarjo, Polres Gresik. Untuk di Tol Waru akan diperketat agar Aremania tidak masuk ke Surabaya. “Selama persidangan akan diperketat lagi, agar Aremania tidak masuk ke Surabaya,” tegasnya. (adi/mat)