23 April 2024

`

Setelah Kubur Kepala, Tangan, dan Kaki, Tersangka Mutilasi Doakan Korban

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Ada yang menarik yang dilakukan tersangka pembunuhan mutilasi, AR (44), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (05/01/2024) lalu. Pasalnya, setelah mengubur potongan kepala, telapak tangan, dan kaki korban, tersangka sempat mendoakan arwah korban.

 

Tersangka pembunuhan disertai mutiiasi yang juga dukun pijat, AR (44), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, menjalani reka ulang di lokasi kejadian, Rabu (24/01/2024) siang.

 

Tersangka naik motor, memperagakan kronologi pembunuhan disertai mutiiasi, saat reka ulang di lokasi kejadian, Rabu (24/01/2024) siang.

HAL ITU disampaikan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, di sela- sela reka ulang pembunuhan yang disertai mutilasi, di lokasi kejadian, Rabu (24/01/2024) siang. “Jadi, setelah mengubur bagian kepala, telapak tangan tangan, dan kaki korbannya di tepi Sungai Bango, tersangka mendoakan arwah korban. Ia mengatakan, mendoakan semoga arwah korban tenang,”  terangnya.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota menambahkan, dari reka ulang terungkap, dukun pijat ini menghabisi nyawa korban dengan dengan 2 kali tebasan celurit di bagian leher. Hal itu terjadi dalam dua kali momen.  “Sabetan pertama, korban roboh. Kemudian korban sempat melawan. Sabetan kedua ke arah leher korban. Saat itu tersangka sambil menutup mulut korban. Di sebutan kedua ini korban tewas,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, tersangka memperagakan 21 adegan. Salah satunya, saat membuang tubuh korban ke sungai.

Seperti diberitakan, pembunuhan dengan mutilasi diduga dilakukan dukun pijat di tempat praktek, kawasan Jl. Sawojajar Gang 13 A, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, seorang diri. Ia membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk memotong tubuh korban menjadi 9 bagian, mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Petugas membawa tersangka pembunuhan disertai mutiiasi, AR (44), warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, untuk menjalani reka ulang di lokasi kejadian, Rabu (24/01/2024) siang.

“Sebelum memutilasi, tersangka membeli pisau ke Pasar Besar Malang. Kemudian memotong motong tubuh korban yang juga pasien tersangka,” terang Kasat Reskrim.

Setelah dipotong, selanjutnya, dimasukkan ke dalam plastik kresek dan ditaruh di ember plastik. Untuk bagian kepala, 2 telapak tangan, dan kaki, dikubur di pinggir Sungai Bango. Sedang bagian badan, lengan kanan kiri, kaki kanan kiri, dibuang ke sungai.

Perisitiwa itu terbongkar berawal dari laporan keluarga korban. Selanjutnya Polisi melakukan penyelidikan serta menggunakan anjing pelacak. “Awalnya dari laporan keluarga korban. Setelah dilakukan penyelidikan, didapati mobil korban di dekat tempat praktek tersangka. Selanjutnya muncul kecurigaan terhadap tersangka,” lanjut kasat.

Kasat mengaku, sebelumnya, pihaknya memintai keterangan ke sejumlah saksi, sehingga bisa terungkap dan mengamankan tersangka.  Polisi terus melakukan pengembangan, karena bagian kepala, telapak tangan, dan kaki yang sudah ditemukan.  “Sementara bagian tubuh yang lain, masih belum ditemukan, termasuk peralatan untuk mutilasi,” pungkasnya.

Tersangka terancam pasal 351, 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun atau seumur hidup.

Sementara itu, kuasa hukum tesangka, Guntur Adi Wijaya, SH, menjelaskan, antara tersangka dan korban saling mengenal lewat media sosial. “Korban lihat iklan tersangka di media sosial. Kemudian keduanya saling bertemu. Korban butuh jasa tersangka karena suka dengan seseorang,” terangnya

Selain sebagai tukang pijat, tersangka juga bisa main lintrik atau guna- guna dengan kartu.  “Menurut tersangka, sudah ada reaksi, seperti maksud korban. Namun pada akhirnya korban merasa belum seperti harapan. Akhirnya korban protes dan terjadilah cek cok dan hilangnya nyawa,” pungkasnya. (aji/mat)