25 Juli 2024

`

SDGs Center UB Bantu KKN 1.000 Desa di Jawa Timur

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sustainable Development Goals (SDGs) Center UB  akan membantu Universitas Brawijaya (UB) menyukseskan KKN 1.000 desa di Jawa Timur.  Sehingga mahasiswa yang KKN tak  hanya membangun gapura, namun berkontribusi membangun sumber daya manusia di 1.000 desa di Jawa Timur.

 

Koordinator SDGs UB, Dr. Ahmad Muzakki, S.Pd., M.Si, memaparkan program SDGs UB pada Soft Launching, Rabu (18/01/2023) di kampus setempat.

 

HAL INI disampaikan Koordinator SDGs Center UB, Dr. Muhammad Muzakki, S.Pd., M.Si, usai launching Sustainable Development Goals (SDGs) Center UB di FISIP Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu (18/01/2023).

Selain akan menyukseskan program KKN 1.000 desa di Jawa Timur, SDGs UB juga akan mengembangkan 200 desa di bawah naungan Jaringan Kampung Nusantara agar potensi desa makin berkembang. “Kami  didukung beberapa pihak. Ada profesor dari UI, budayawa, artis seperti Trie Utami,  dan beberapa elemen lain,” tuturnya.

Wakil Dekan Bidang 2 FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli bersama Koordinator SDGs UB, Dr. Ahmad Muzakki, S.Pd., M.Si, saat soft launching.

Pasca soft launching, Muhammad Muzakki memaparkan, pihaknya akan membantu menyukseskan kegiatan KKN 1.000 desa di Jawa Timur yang akan dilakukan UB. “Ini permintaan khusus Rektor UB (Prof. Widodo, SSi, M.Si, Ph.D, Med.Sc). Kita akan diberikan satu instrument yang berkolaborasi dengan TIK UB untuk mewujudkan super komputer jadi pusat data,” tuturnya.

Super komputer ini nantinya bisa bermanfaat untuk menunjang KKN di 1.000 desa di Jatim. “Kami berkomitmen menyukseskan itu dengan unit lain, seperti LPPM, dosen, dan mahasiswa,” sambung pengajar di Prodi S3 Sosiologi UB ini.

Sementara itu, Sustainable Development Goals (SDGs) Center UB resmi diperkenalkan kepada publik di FISIP UB, Rabu (18/01/2023).  Koordinator SDGs Center UB, Dr Muhammad Muzakki S.Pd., M.Si, mengungkapkan, saat ini di Jawa Timur hanya ada 3 kampus yang memiliki SDGs, yakni Universitas Jember, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. “Kita menjadi kampus ketiga yang membentuk SDGs. Kalau di Indonesia kita jadi kampus ke- 27 yang membentuk SDGs,” katanya.

Muzakki menuturkan, SDGs UB sudah dirintis sejak 2021. Awalnya,  aktifitas dilakukan dengan menulis artikel atau jurnal. Setelahnya dibentuk forum rutin selosoan yang dikemas dalam bentuk podcast. “Tidak hanya diskusi,  kami juga program Sonjo Kampung (berkunjung ke kampung) untuk mengetahui bagaimana kondisi desa tersebut,” sambungnya.

Beberapa desa sudah mendapatkan pendampingan. Salah satunya desa di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Desa Sukodono, Kecamatan  Dampit. Dari pendampingan tersebut, SDGs UB  akan membantu memasarkan produk  desa. “One village one product,  salah satu problem utamanya adalah pemasaran. Hal ini harus  melibatkan lintas studi seperti  teman- teman Fakultas Ekonomi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang 2 FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, mengungkapkan, SDGs UB ini tetap memprioritaskan kearifan lokal di masing- masing desa yang akan dikembangkan. “Dengan tagline SDGs UB Inovasi, Akselerasi dan Kolaborasi, kita berharap ini sebagai motor penggerak desa yang melibatkan berbagai aspek keilmuan yang ada di UB,” pungkasnya.  (div/mat)