13 April 2024

`

Satgas PMK UMM Vaksin Hewan Ternak

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah dosen, dokter hewan, dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) segera diterjunkan ke sejumlah wilayah di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu) untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak. Ini dilakukan guna  mengatasi penyakit mulut dan kuku (PMK).

 

Tim Satgas PMK UMM juga memberikan edukasi kepada murid SD terkait penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak.

 

Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, MS.

SELAIN itu UMM juga telah membuka call center dan layanan aduan penanganan PMK bagi masyarakat. Dengan begitu para peternak dengan mudah mendapatkan informasi dan cara menangani ternak yang tertular PMK. “Kami juga sudah memberikan edukasi terkait PMK kepada para mahasiswa peternakan. Karena banyak  orang tua mahasiswa yang jadi  peternak,” kata Ketua Satgas PMK UMM, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, MS, Sabtu (18/06/2022) siang.

Satuan Tugas (Satgas) PMK UMM ini juga sudah memberikan konsultasi kepada peternak. “Meski terbatas, paling tidak bantuan tersebut  bisa menjadi langkah untuk menekan angka penularan PMK. Tapi Satgas PMK UMM tidak bisa bergerak langsung tanpa intruksi dari Dinas Peternakan. Ditakutkan, penanganan tanpa koordinasi malah membuat penyebarannya semakin tidak terkontrol. Memang ada larangan dari dinas untuk langsung turun tanpa koordinasi. Maka, kami menunggu intruksi dari Dinas Peternakan atau dinas terkait,” jelasnya.

Sejumlah dosen, dokter hewan, dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) segera diterjunkan ke sejumlah wilayah di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu) untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak. Ini dilakukan guna mengatasi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Namun demikian, Lili mengatakan, timnya yang terdiri dari dosen, dokter hewan, dan mahasiswa ini  segera terjun langsung ke lapangan  minggu depan. Dimulai dengan upaya melakukan vaksinasi  hewan ternak di beberapa daerah di Malang. “Di samping itu UMM juga telah membuka call center dan layanan aduan penanganan PMK bagi masyarakat luar. Dengan begitu, para peternak bisa dengan mudah mendapatkan informasi dan cara menangani ternak yang tertular PMK,” ujarnya.

Terkait perawatan hewan ternak, anggota Satgas PMK UMM,  Dr. drh. Imbang Dwi Rahayu, M.Kes,  menjelaskan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan  peternak. Dimulai dengan menyemprotkan desinfektan di kandang tiap pagi dan sore, pembatasan gerak masuk dan keluar ternak dan orang.

“Penyakit PMK ini disebabkan oleh virus. Jadi tidak ada obat yang bisa membunuh virus tersebut. Yang bisa kita lakukan adalah  memberikan antibiotik untuk mencegah infeksius sekunder dan tidak berubah menjadi lebih parah. Memang perlu ketelatenan dalam merawat luka-luka yang dialami hewan ternak,” jelasnya.

Imbang  menyarankan peternak  memberi vitamin serta mencekoki hewan dengan makanan-makan lembut. Sehingga nutrisi dan asupan gizi ternak  bisa dilakukan meski terserang penyakit. Ini sekaligus sebagai cara agar ternak memiliki tenaga.  (div/mat)