16 Juni 2024

`

Sama Dengan Rokok Konvensional, Vape Juga Berbahaya Bagi Kesehatan

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Banyak orang beranggapan, mengkonsumsi vape atau rokok elektrik lebih aman ketimbang mengkonsumsi rokok tradisional, karena tidak ada kandungan tembakau. Padahal penggunaan vape juga berbahaya bagi penggunanya, seperti rokok tradisional.

 

dr. Probo Yudha Pratama Putra

HAL INI disampaikan Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, dr. Probo Yudha Pratama Putra. “Electronic Nicotine Dispensing Systems (ENDS) yang sering kita kenal sebagai e-cigarattes (vape), memiliki sederet kandungan dan komposisi yang merusak tubuh,” tegasnya, Senin (19/06/2023).

Dia menjelaskan, di dalam vape terdiri dari baterai kawat nikel, copper, hingga silver. Sementara dalma cairan atau liquidnya berisikan kandungan propylene glycole, nicotine, glycerol, tetrahydrocannabinol, acetaldehyde, formaldehyde, dan acetamide. Berbagai komposisi tersebut akan bercampur menjadi satu dan membentuk asap yang dihirup tubuh. “Efek dari asap tersebut berbahaya,” kata Yudha.

Pada tahun 2019, terjadi sebuah outbreak atau wabah penyakit yang disebabkan oleh vape, yakni wabah e-cigarette or vaping product use-associated lung injury yang sering disebut dengan wabah EVALI. “Hal ini disebabkan karena terjadinya peradangan kronis yang disebabkan kandungan dari vapor. Penggunaannya dapat meningkatkan mediator inflamasi pada tubuh, dan oxidative stress pada tubuh kita,” jelasnya.

Tak sekedar menyakitkan, Yudha menyampaikan, EVALI juga berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Menurut salah satu penelitian, ada 68 kematian dalam sebuah wilayah berkat penggunaan vape. Sejumlah besar pasien bahkan memerlukan ventilasi mekanis untuk membantu mereka bernafas. Bagi mereka yang sudah parah, berujung pada kematian.

Terkait perbandingan rokok elektrik dan rokok tradisional, Yudha menjelaskan, vape memang memiliki tingkat kerusakan yang lebih rendah. Hal ini sudah terbukti secara ilmiah melalui penelitian ahli yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun tetap saja, jika vape digunakan secara berlebihan akan menjadi bom waktu yang dapat membahayakan tubuh kita.

“Menurut saya, anggapan bahwa vape lebih baik daripada rokok, itu tidak tepat. Sebisa mungkin hindari vape dan rokok konvensional. Vape mungkin lebih rendah tingkat kerusakannya, namun tetap saja memberikan efek buruk pada paru-paru dan kelangsungan hidup masyarakat,” pesan Yudha. (div/mat)