13 April 2024

`

Resmi, Alfamart Pasarkan Jajanan Khas UKM Madiun

2 min read

MADIUN, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dalam upayanya membantu memasarkan jajanan khas Madiun, toko rotel modern Alfamart menggandeng Disperdagkop Kabupaten Madiun.

 

 

SEJAK pekan ini, sedikitnya 10 camilan produk UMKM telah dijual di sedikitnya 32 Alfamart yang tersebar di Kabupaten Madiun.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Disperdagkop Kabupaten Madiun, Dyah Kuswardani, mengatakan saat ini baru 10 jenis produk UMKM yang masuk di ritail modern Alfamart. Produk-produk tersebut seperti sambal pecel, kerupuk sermier, makaroni, kue gapit, brem, dan lainnya.

“Untuk saat ini baru 10 jenis produk UMKM yang masuk. Dalam perkembangannya bisa bertambah. Nanti akan ada evaluasi,” ungkapnya di Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kemarin.

Menurutnya, produk UMKM yang masuk ke ritail modern tersebut sebelumnya memang dikurasi oleh tim. Untuk syarat produk UMKM yang masuk yakni harus memiliki sertifikat halal dan memenuhi perizinan seperti PIRT dan NIB. Bukan hanya itu, kata dia, kemasan produk tersebut juga sudah terstandarisasi.

“Kemasannya sudah terstandar. Jadi memang ada proses kurasi,” ujarnya. Secara produksi, lanjutnya, UMKM yang dipilih juga sudah berkomitmen untuk memproduksi terus menerus. Sehingga mereka bisa memenuhi permintaan dari ritail.

“Para UMKM ini siap bermitra. Artinya, kalau ada permintaan sewaktu-waktu sudah ada stoknya. Selain itu juga produksi terus menerus. Jangan sampai kalau ada permintaan, mereka tidak bisa memenuhi,” jelasnya.

Diharapkan kerjasama dengan Alfamart ini mampu meningkatkan penjualan produk UMKM. Bukan hanya itu, produk khas Madiun akan lebih dikenal masyarakat.

Regional Corcom Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, Mochammad Faruq Asrori, menyampaikan 10 produk UMKM tersebut akan dipasarkan di 32 toko Alfamart yang ada di Kabupaten Madiun. Produk UMKM itu sudah memenuhi persyaratan yang diajukan perusahaan.

“Produk itu sudah melalui verifikasi yang telah ditentukan. Untuk sementara ini memang baru 10 item. Tapi nanti tentunya bisa bertambah setelah ada evaluasi,” katanya. (mat)