20 Juni 2024

`

Razia di Pakis dan Klojen, Bea Cukai Sita 255.200 Batang Rokok Ilegal

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Tim Intelijen dan Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang (Bea Cukai), kembali mengamankan 255.200 batang (12.760 bungkus) Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) atau rokok ilegal berbagai merek saat melakukan operasi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dan Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu  (07/01/2023).

 

Belasan ribu bungkus rokok illegal berhasil diamankan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, saat melakukan razia di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (07/01/2023).

 

GUNAWAN Tri Wibowo, Kepala  KPPBC Tipe Madya Cukai Malang, melalui pers rilis yang diterima redaksi tabloidjawatimur.com, Senin (09/01/2023) petang, menjelaskan,   pada  Sabtu (07/01/2023), Tim Intelijen dan Tim Penindakan Bea Cukai Malang melakukan kegiatan rutin patroli darat dengan melakukan pemeriksaan pada jasa ekspedisi dan melakukan penyisiran jalur distribusi rokok ilegal di wilayah Malang Raya.

Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, membongkar peti yang berisi rokok ilegal saat melakukan razia di salah satu jasa ekspedisi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (07/01/2023).

Pertama, tim melakukan pemeriksaan pada jasa ekspedisi di Jalan Komud Abd. Saleh, Upek-upek, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. “Hasilnya, ditemukan  pengiriman Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) atau rokok ilegal berbagai merek sebanyak 1.760 bungkus dengan total 35.200 batang tanpa dilekati pita cukai,” jelasnya.

Setelah kegiatan tersebut, tim melanjutkan patroli darat pada jalur distribusi di Jalan Bandung, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Di sini, petugas menghentikan dan memeriksa kendaraan multi guna. “Hasilnya, didapati BKC HT Jenis SKM atau  rokok ilegal berbagai merek sebanyak 11.000 bungkus dengan total 220.000 batang,” jelas Gunawan.

Selanjutnya tim membawa barang tersebut ke Bea Cukai Malang untuk dilakukan proses lebih lanjut. Dalam kegiatan ini, tim juga melakukan sosialisasi dan himbauan kepada jasa ekspedisi agar tidak menerima pengiriman BKC HT illegal atau  rokok illegal. Tim juga menempelkan stiker terkait larangan melakukan pengiriman rokok ilegal.

“Dari hasil penindakan tersebut, total perkiraan nilai barang mencapai Rp 320.276.000,00 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 170.728.800,00,” jelas Gunawan. (bri/mat)