13 April 2024

`

Produk ESME Tembus Pasar Luar Negeri, Malang Pasar Terbesar di Jawa Timur

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Perkembangan industri sandang merk ESME yang berpusat di Bandung, Jawa Barat, memang sangat luar biasa. Hanya dalam waktu 12 tahun sejak didirikan pada tahun 2012, kini pasarnya sudah menembus Hongkong, Taiwan, Saudi Arabia, dan hampir seluruh pelosok nusantara. Malang adalah salah satu pasar terbesar ESME di Jawa Timur.

 

Laina Annisa, owner CV. ESME Sejahtera Mandiri, produsen fashion ESME, Bersama ESME lovers di sela-sela gathering dan bagi-bagi sembako di Nuri Coffee & Eatery, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/02/2024) siang.

 

Laina Annisa, owner CV. ESME Sejahtera Mandiri, produsen fashion ESME, ikut fashion show di sela-sela gathering dan bagi-bagi sembako di Nuri Coffee & Eatery, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/02/2024) siang.

HAL INI diutarakan Laina Annisa, owner CV. ESME Sejahtera Mandiri, produsen fashion ESME, di sela-sela gathering dan bagi-bagi sembako di Nuri Coffee & Eatery, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/02/2024) siang. “ESME berdiri sejak tahun 2012. Usianya sudah hampir 12 tahun. Kami punya baju yang unik, beda dengan yang lain. Sehingga ketika kita pakai baju ESME, orang sudah tahu bahwa baju yang kita pakai adalah ESME,” katanya.

Salah seorang peserta gathering mengikuti fashion show di Nuri Coffee & Eatery, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/02/2024) siang.

Sejak berdiri hingga memasuki tahun 2024 ini, masih kata Annisa, perkembangan ESME terus berjalan sangat bagus, meski ada kendala. Pasarnya tak hanya di Indonesia, tapi sudah tembus luar negeri. Seperti di Hongkong, Taiwan, dan Saudi Arabia. “Khusus di Jawa Timur, Malang adalah salah satu pasar terbaik kami. Omsetnya sekitar ratusan juta rupiah. Karena itu, kalau di daerah lain hanya ada satu distributor, khusus untuk Malang ada dua distributor,” terangnya.

Salah seorang peserta gathering mengikuti fashion show di Nuri Coffee & Eatery, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/02/2024) siang.

Sedangkan agennya, masih kata perempuan berhijab ini, diserahkan ke masing-masing distributor. “Jadi, untuk pengelolaan agen hingga reseler, kami serahkan ke masing-masing distributor. Kami dari pusat hanya berurusan dengan distributornya saja. Ketentuan ini berlaku secara umum,” terangnya.

Annisa bersyukur, perkembangan ESME berjalan sangat baik. Jumlah karyawan pun cukup banyak, sekitar 100 karyawan internal dan 300 karyawan eksternal. Sedangkan jumlah distributor, agen, hingga reseler, jumlahnya sekarang ada ribuan, dengan omset pada akhir tahun 2023 sebesar Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar untuk semua produk ESME.

Sementara itu, sejumlah ESME lovers di Malang Raya, bersama owner CV. ESME Sejahtera Mandiri, Laina Annisa, menggelar gathering dan bagi-bagi sembako bagi masyarakat yang membutuhkan di Nuri Coffee & Eatery, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/02/2024) siang. Ada puluhan paket sembako yang diberikan.

“Dalam kegiatan hari ini, pada intinya kami tak sekedar ingin tampil trendi dan bergaya saja, tapi juga ingin berbuat sosial untuk masyarakat di Malang dengan membagikan sembako. Semoga ke depan ESME lovers tak hanya bagi-bagi sembako, juga melakukan bakti sosial ke panti asuhan, panti jompo, dan sebagainya,” harap Annisa. (ind/mat)