23 April 2024

`

Polsek Klojen Amankan 3 Preman

2 min read
"Dalam beraksi, para tersangka ini tiba- tiba menuduh korban. Dengan mengatakan jika korban menyakiti adik tersangka. Selanjutnya korban diminta ikut tersangka. Bahkan HP korban diminta paksa."

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Polsek Klojen membekuk 3 terduga pelaku penyakit masyarakat (preman) di kawasan Alun Alun, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (11/07/2022) malam.

 

Polsek Klojen membekuk 3 terduga pelaku penyakit masyarakat (preman) di kawasan Alun Alun, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (11/07/2022) malam.

 

KETIGA tersangka, MS (16), S (21), serta A (20), tinggal di kawasan Mergosono Gang IX, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Mereka ada yang tamatan SMA,  ada yang tidak tamat, bahkan  satu tersangka masih  di bawah umur, sehingga  dilimpahkan ke unit PPA.

Kapolsek Klojen, Kompol Domingos Ximenes, menjelaskan, dari pengakuannya, tersangka sudah beraksi sekitar 11 kali di Kota Malang. Kawasan yang sering dijadikan operasi, mulai  Alun Alun, kawasan Kayu Tangan Heritage,  serta kawasan Rampal. Seperti layaknya preman, mereka  memaksa minta barang milik orang.

“Dalam beraksi, para tersangka ini tiba- tiba menuduh korban. Dengan mengatakan jika korban menyakiti adik tersangka. Selanjutnya korban diminta ikut tersangka. Bahkan HP korban diminta paksa,” terang Kapolsek Klojen, Kompol Domingos Ximenes saat ungkap kasus di Mapolresta Malang Kota, Jumat (15/07/2022) siang.

Setelah HP korban diminta, lanjut kapolsek, korban kemudian dipisahkan dari temannya. Kemudian dibonceng sepeda motor. Setelah itu, korban diturunkan di suatu tempat yang cenderung sepi dan ditinggal kabur. “Tersangka tertangkap tangan  saat beraksi. Dari penangkapan, didapatkan barang bukti 4 buah HP dan 1 sepeda motor. Tersangka terancam pasal 378 dengan ancaman 5 tahun penjara,” lanjutnya.

Ditambahkan Kanit Reskrim Polsek Klojen, AKP Yoyok Ucup, para korban itu rata- rata masih remaja. Salah satu korban, warga Purwosari, Kabupaten  Pasuruan. “Beberapa korban masih remaja. Lebih banyak yang dari luar kota. Menurut tersangka,  mereka (korban) lebih mudah dikelabui,” katanya.  (aji/mat)