26 Juni 2024

`

Pemkab Malang Ajak PT Dorong Pembangunan Pertanian

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur,  menggandeng perguruan tinggi (PT) sebagai lembaga strategis untuk  mendorong percepatan pembangunan pertanian. Karena PT memiliki keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM), perangkat kelembagaan, serta kemampuan riset dan kajian.

 

Sejumlah warga menghadiri Selamatan Tanam Tahun 2023 dan Halal Bihalal bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Jatiguwi di Surya Brak Cungkup Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (27/04/2023) siang.

 

HAL INI disampaikan Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto,  saat  menghadiri Selamatan Tanam Tahun 2023  dan Halal Bihalal bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki,  Desa Jatiguwi di Surya Brak Cungkup Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Kamis (27/04/2023) siang.

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, bersama para penari kecil saat menghadiri Selamatan Tanam Tahun 2023 dan Halal Bihalal bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Jatiguwi di Surya Brak Cungkup Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (27/04/2023) siang.

Menurutnya,  dalam upaya menjaga produktivitas sektor pertanian, diperlukan keterlibatan dan kontribusi berbagai pihak. “Karena itu Pemerintah Kabupaten Malang akan terus mendorong keterlibatan  perguruan tinggi untuk mendorong percepatan pembangunan pertanian, karena memiliki keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM), perangkat kelembagaan, serta kemampuan riset dan kajian,” katanya.

Dia menambahkan, hal ini dilakukan untuk mencetak SDM petani Kabupaten Malang yang unggul, inovatif, terampil, dan berdaya saing dalam menghadapi kompetisi global, demi terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani, sehingga Kabupaten Malang menjadi lumbungan pangan nasional.

Mantan Kepala Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari ini menjelaskan, pertanian di Indonesia masih menjadi salah satu aspek penting sebagai roda penggerak ekonomi negara. Tapi di era modern seperti sekarang, pertanian dituntut semakin dinamis dan mampu mengakselerasi ritme kerja, mengingat tantangan di sektor pertanian semakin kompleks dan  berat.

“Karena itu para petani Desa Jatiguwi agar semakin memiliki atensi dan wawasan luas terhadap berbagai fenomena iklim dan cuaca maupun perkembangan dunia global yang terjadi begitu cepat.  Hal ini penting saya sampaikan sebagai bagian dari edukasi  sekaligus upaya mitigasi agar para petani memiliki bekal pengetahuan yang cukup, serta memiliki strategi adaptasi yang baik, sehingga perubahan cuaca tidak menimbulkan dampak kerugian yang signifikan,” jelasnya. (bri/mat)