23 April 2024

`

Pemerintah Dorong Pondok Pesantren Lebih Mandiri

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pemkot Malang, Jawa Timur, mendorong pondok pesantren lebih mandiri, khususnya mandiri secara ekonomi agar tidak tergantung pada orang lain. Untuk itu, pondok pesantren bisa menjadi pelaku usaha.

 

Wali Kota Malang, H. Sutiaji bersama pengurus pondok pesantren usai memberikan arahan kepada puluhan perwakilan pondok pesantren, di Mahoni Ballroom Savana Hotel & Convention, Jl. Letjen Sutoyo, Kota Malang, Selasa (18/10/2022).

 

 

PESAN ini disampaikan Kabag Kesra Pemkot Malang, Imam Mabrur, usai mendampingi Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji, memberikan arahan kepada puluhan perwakilan pondok pesantren, di Mahoni Ballroom Savana Hotel & Convention, Jl. Letjen Sutoyo, Kota Malang, Selasa (18/10/2022).

Wali Kota Malang, H. Sutiaji bersama pengurus pondok pesantren usai memberikan arahan kepada puluhan perwakilan pondok pesantren, di Mahoni Ballroom Savana Hotel & Convention, Jl. Letjen Sutoyo, Kota Malang, Selasa (18/10/2022).

“Kemandirian pesantren itu penting, apalagi di era seperti saat ini. Mandiri dalam segala hal, termasuk mandiri ekonomi melalui wirausaha agar tidak tergantung kepada ruang kerja dari pemerintah. Bisa juga menjadi pelaku usaha,” kata  Imam Mabrur.

Imam Mabrur menambahkan, kegiatan ini diikuti 80 perwakilan pondok pesantren. “Mereka secara literasi pemahaman keagamaan sudah bagus. Dengan kegiatan ini, mereka bisa lebih mengetahu lagi tentang perubahan- perubahan yang terjadi saat ini,”  terangnya.

Karena, kata Mabrur, dengan kegiatan tersebut, diharapkan  wawasan dan pengetahuan para santri bertambah. Mengingat, mereka  nantinya tidak hanya berada dalam lingkungan pondok pesantren saja, namun  harus terjun ke masyarakat. “Karena itu kemandirian pesantren sangat penting,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mendorong para santri lebih siap menghadapi perubahan-perubahan, termasuk siap dengan  strategi pengembangan pondok pesantren menjadi mandiri dan bermutu dalam menghadapi era society 5.0.

“Era digitalisasi ini diharapkan menjadi salah satu langkah yang bisa ditempuh. Membawa kemandirian dalam kreatifitas termasuk keekonomian. Karena untuk menjual atau bertransaksi sekalipun, bisa dilakukan secara online,” katanya.

Ia juga menghimbau, dalam menasehati anak- anak harus dengan narasi yang baik. Jangan melemahkan apalagi memojokkan. (aji/mat)