29 November 2023

`

November Mulai Hujan, Semua Stakeholder Harus Siaga Hadapi El Nino dan Banjir

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengintruksikan kepada semua stakeholder agar menyiapkan langkah mitigasi, preventif, dan quick response (respon cepat), utamanya menghadapi El Nino sekaligus potensi banjir. Karena prediksi BMKG, pertengahan November 2023 sudah mulai hujan.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama peserta apel Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak El Nino dan Banjir 2023/2024 di Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (27/09/2023) yang diikuti lebih dari 1.000 peserta.

 

PESAN ini disampaikan Gubernur Jawa Timur saat memimpin apel Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak El Nino dan Banjir 2023/2024 di Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (27/09/2023) yang diikuti lebih dari 1.000 peserta.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Fahmi Hidayat, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, saat menghadiri apel Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak El Nino dan Banjir 2023/2024 di Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (27/09/2023) yang diikuti lebih dari 1.000 peserta.

“Kepada semua stakeholder terkait agar menyiapkan langkah mitigasi, preventif, dan quick response atau respon cepat, utamanya menghadapi El Nino sekaligus potensi banjir. Karena, prediksi BMKG, pertengahan November 2023 sudah mulai hujan,” kata Gubernur Jawa Timur seraya menambahkan agar pengelola bendungan memastikan kesiapan bangunan infrastruktur yang dimiliki.

Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak El Nino dan Banjir 2023/2024 di Bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (27/09/2023) ini juga diikuti perangkat daerah Pemprov Jatim, BBWS Brantas, BBWS Bengawan Solo, BBPJN Jatim-Bali, Basarnas, dan stakeholder lainnya.

Dalam rangkaian apel siaga, ada beberapa kegiatan simbolis. Seperti penyematan life jacket kepada nelayan Selorejo, penyerahan kunci excavator, santunan kepada anak yatim, serta bantuan kepada UMKM sekitar. Kemudian, diakhiri dengan tanam pohon dan penebaran benih ikan di Bendungan Selorejo.

Sementara itu, Fahmi Hidayat, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, menyampaikan, pihaknya sudah bersiap menghadapi perubahan iklim. Mulai El Nino dan potensi banjir musim penghujan. “Pemantauan kondisi air waduk terus dilakukan dengan memperhatikan pola yang telah disepakati oleh Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA). Ini sebagai upaya mitigasi kekeringan dampak dari El Nino,” terangnya.

Kata Fahmi, pihaknya melakukan pengecekan sarana dan prasarana, yang dikelola perusahaan. Melakukan pembersihan waduk secara berkala di seluruh waduk. Ia berharap agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Karena upaya pencegahan yang komprehensif harus dilakukan seluruh elemen masyarakat. (aji)