25 April 2024

`

Nasi Yang Terlalu Lama Dalam Magicom Dapat Memicu Diabet, Obesitas, dan Kanker

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Ns. Henny Dwi Susanti., MKep. Sp.Kep. Mat., PhD, menyebut, tidak ada perbedaan kandungan dari hasil memasak nasi menggunakan magiccom maupun secara tradsional. Nasi akan berbahaya dikonsumsi apabila didiamkan terlalu lama dalam magiccom, karena adanya proses gelatinisasi.

 

Nasi akan berbahaya apabila didiamkan terlalu lama dalam magiccom, karena adanya proses gelatinisasi. Makanan yang mengandung kadar indeks glikemik yang tinggi dapat memicu penyakit, seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan kanker

MENURUT Henny Dwi Susanti, jika nasi didiamkan terlalu lama di dalam magicom, akan membuat perubahan nilai indeks glikemik pada nasi. “Nasi akan berbahaya apabila didiamkan terlalu lama dalam magiccom, karena adanya proses gelatinisasi. Makanan yang mengandung kadar indeks glikemik yang tinggi dapat memicu penyakit, seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan kanker,” katanya dalam keterangan pers, Minggu (21/5/2023).

Henny —sapaan akrabnya— menambahkan, untuk menikmati nasi dengan kualitas terbaik dan aman, masyarakat hendaknya langsung mengonsumsinya tepat setelah matang. Tidak dianjurkan membiarkan nasi terlalu lama di dalam magiccom, apalagi dihangatkan berkali-kali. “Tidak ada batasan maksimum untuk mendiamkan nasi dalam magiccom. Tapi lebih baik segera dikonsumsi, namun dengan catatan menunggu nasi sampai dingin terlebih dahulu. Sebab, nasi yang dingin mengandung kadar gula yang lebih rendah daripada nasi yang masih panas, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi tubuh,” tegasnya.

Selain memiliki nilai indeks glikemik yang cukup tinggi, nasi juga mengandung kurang lebih 90% karbohidrat, 8% protein, dan 2% lemak. Namun, nasi termasuk salah satu makanan yang rendah serat dan memiliki kandungan asam omega 6. Karbohidrat dalam nasi terdiri dari pati dan gula. Dua unsur itu yang menjadi salah satu alasan mengapa penderita diabetes disarankan untuk menghindari nasi putih.

Dosen Ilmu Keperawatan UMM ini juga berpesan untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, seperti nasi dan roti, karena adanya bahaya penyakit yang mengancam di masa depan. “Mengonsumsi makanan alami tanpa olahan bahan kimia adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan. Perbanyak konsumsi buah dan sayur. Selain memiliki banyak vitamin, keduanya juga memiliki serat, sehingga bisa menjadi salah satu pilihan agar kita tidak bergantung pada karbohidrat saja,” pungkasnya. (div/mat)