13 April 2024

`

Museum Edukasi UM, Menyimpan Sejarah UM Dari Masa ke Masa

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Museum Edukasi Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, merupakan salah satu fasilitas edukatif. Berbagai koleksi peninggalan UM zaman dulu, tersimpan di sini.  Mulai stempel, proyektor, mikroskop, studio TV, ijazah, transkrip, hingga kartu tanda mahasiswa (KTM) zaman dulu.

 

Salah satu sudut Museum Edukasi UM.

 

MENURUT Kepala UPT Museum Edukasi UM, Moch Nurfahrul Lukmanul Hakim, SPd, MPd, mengingat pentingnya koleksi tersebut, pengelola selalu  melakukan perawatan rutin dan berkala untuk menjaga keutuhan koleksi tersebut.  “Kami juga  telah mengajukan renovasi museum. Pembangunannya akan dimulai pada tahun ini,” katanya, Rabu (15/03/2023) siang.

Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur, punya Museum Edukasi. Berbagai koleksi peninggalan UM zama dulu, tersimpan di sini. Mulai stempel, proyektor, mikroskop, studio TV, ijazah, transkrip, hingga kartu tanda mahasiswa (KTM) zaman dulu.

Nurfahrul Lukmanul Hakim, menjelaskan, museum ini menyimpan barang-barang berupa perangkat pembelajaran dari masa PTPG, IKIP, hingga UM seperti sekarang. “Koleksi UM terdiri atas berbagai jenis perangkat pembelajaran lintas masa, meliputi stempel, proyektor, mikroskop, studio TV, ijazah, transkrip, dan KTM,” ungkapnya.

Terkait program kerja, menurutnya, semakin luas setelah menjadi unit otonom yang terlepas dari Fakultas Ilmu Sosial. “Ke depan kami akan menyelenggarakan seminar nasional, workshop,  dan pelatihan kepemanduan, pembangunan perpustakaan museum, ruang pertemuan, loket tiket, pengembangan souvenir, dan akreditasi,” jelas Hakim.

Kepala UPT Museum Edukasi UM, Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim, S.Pd., M.Pd (kanan) menerima kunjungan wisatawan.

Selain itu pengelola juga telah melakukan beberapa program kerja penting. Seperti magang museum dan pengembangan tour museum digital 360° yang dapat diakses di museum.um.ac.id.

Di sisi lain, keberadaan Museum Edukasi UM memiliki berbagai manfaat, khususnya  bagi sivitas akademika UM. “Dengan adanya Museum Edukasi UM, sivitas akademika UM dapat lebih mengenal jati diri UM sebagai kampus pendidikan dan pembelajaran, meneguhkan eksistensi bahwa UM merupakan kampus tertua di Malang.

Hakim menjelaskan, pembangunan Museum Edukasi UM telah dimulai sejak 2014, pada masa kepemimpinan Rektor UM,  Prof. Dr. H. Soeparno. “Pendirian Museum Edukasi UM dicetuskan oleh Prof. Soeparno pada tahun 2014,  karena dianggap memiliki nilai sejarah yang tinggi,” ujarnya.

Pembangunan Museum Edukasi UM berlanjut hingga 2018. Pada masa kepemimpinan Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd, terbentuk Tim Khusus Pengembangan Museum Edukasi UM. “Sejak tahun 2018, tim ini perlahan mengisi koleksi museum bersamaan dengan studi banding pada beberapa museum, seperti Museum UPI, Museum Nasional, dan seorang pengembang  Museum Inggil bernama Dwi Cahyono,” paparnya.

Tidak lama setelah itu, setelah pembangunan Museum Edukasi UM selesai, diresmikan langsung oleh Rektor UM, pada 18 Oktober 2018, bertepatan dengan 64 tahun Dies Natalis UM. (div/mat)