22 April 2024

`

Mulai 17 Juli, Penumpang KA Wajib Vaksin Booster

2 min read
“KAI akan memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Tujuannya untuk tetap menjadikan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan sehat sampai di stasiun tujuan.”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Pelanggan kereta api (KA) jarak jauh yang belum mendapatkan vaksinasi ketiga (booster), wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku saat boarding. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 17 Juli 2022.

 

Pelanggan kereta api (KA) jarak jauh yang belum booster atau tak bisa menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku saat boarding, akan ditolak masuk KA.

 

Pelanggan kereta api (KA) jarak jauh harus mendapatkan vaksinasi ketiga (booster) atau wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku saat boarding. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 17 Juli 2022.

MANAJER Humas KAI Daop 8 Surabaya,  Luqman Arif,  mengatakan, aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 72 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi COVID-19,  tanggal 8 Juli 2022.

“KAI mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi COVID-19. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan kembali penyebaran COVID-19 di masyarakat,” kata Luqman Arif, Senin (11/07/2022) melalui rilis yang diterima redaksi tabloidjawatimur.com.

Luqman mengajak calon pelanggan untuk mulai melakukan vaksinasi hingga vaksin ke-3 untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan COVID-19. KAI pun  sudah menyediakan fasilitas vaksinasi di berbagai stasiun dan klinik kesehatan KAI. Jumlahnya akan terus ditambah menjelang pemberlakuan SE Kemenhub No 72 tersebut pada 17 Juli mendatang. “Pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak,  dan dipersilakan membatalkan tiketnya,” tegasnya.

Dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan, KAI telah mengintegrasikan _ticketing system_ KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes COVID-19 pelanggan. Hasilnya dapat langsung diketahui oleh KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI, dan pada saat boarding.

Pelanggan kereta api (KA) jarak jauh wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku saat boarding. Kebijakan ini berlaku mulai keberangkatan 17 Juli 2022.

Pelanggan tetap diwajibkan menggunakan masker selama dalam perjalanan kereta api dan saat berada di stasiun. Masker yang digunakan merupakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut, dan dagu. Pelanggan harus mengganti masker secara berkala setiap 4 jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan.

Selain itu, untuk membantu calon pelanggan yang akan melengkapi persyaratan, KAI juga masih menyediakan layanan Rapid Test Antigen seharga Rp35.000 di 3 stasiun wilayah Daop 8 Surabaya, yakni Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Malang, dan akan berkordinasi lebih lanjut untuk penambahan antigen di beberapa lokasi lainnya.

“KAI akan memastikan seluruh pelanggan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Tujuannya untuk tetap menjadikan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan sehat sampai di stasiun tujuan,” pungkas Luqman. (div/mat)