25 April 2024

`

MMD di Ngijo, Mahasiswa UB Olah Sampah Jadi Pakan Lele

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang sedang menggelar Mahasiswa Membangun Desa (MMD) kelompok 237, membantu warga Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengoptimalkan sampah  menjadi pakan ikan lele.

 

Sejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang sedang menggelar Mahasiswa Membangun Desa (MMD) kelompok 237, membantu warga Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengoptimalkan sampah  menjadi pakan ikan lele.

 

KORDES MMD kelompok 237, Astrid Vanessa Akhzani, mengatakan, pengolahan sampah di TPST Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang belum diolah optimal karena belum ada sarana prasarana untuk pengolahan sampah agar menjadi nilai ekonomi.

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang sedang menggelar Mahasiswa Membangun Desa (MMD) kelompok 237, mengolah sampah organik dijadikan pakan maggot atau lalat hitam. Dalam prosesnya maggot-maggot tersebut akan mengurai sampah-sampah organik menjadi pakan lele.

“Di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) ini kan sudah dipilah mana sampah organik dan yang non organik. Yang non organik didaur ulang. Sedangkan yang organik kami cacah untuk dijadikan pakan maggot atau lalat hitam. Dalam prosesnya maggot-maggot tersebut akan mengurai sampah-sampah organik tersebut,”  terang Astrid, Selasa (25/07/2023) siang.

Astrid menambahkan, maggot-maggot yang sudah siap kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Jika sudah kering akan disebar untuk pakan lele dan ikan nila.  “Selain itu, maggot ini juga bisa dijadikan untuk pakan ternak,” katanya.

Salah satu anggota MMD, Althofian Arya Putra, menambahkan untuk panen lele yang pertama sudah diambil oleh warga sekitar dan dimanfaatkan oleh salah satu pondok di Kecamatan Dau. “Sebagian lele tersebut juga dijual kepada warga sekitar,” katanya.

Dosen Pembimbing Lapang (DPl), Dhira Kurniawan Saputra, S.Kel, M.Sc, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa diharapkan bisa membawa nilai lebih bagi masyarakat sekitar. “Program KKN ini juga disupport oleh hibah pengabdian strategis MMD, dimana pada kegiatan tersebut terdapat sub kegiatan berupa workshop tata kelola sampah, pelatihan budidaya maggot, pembuatan analisis kelayakan usaha perikanan, serta bantuan sarpras mesin pengolah kompos,” katanya.

Dhira menambahkan, sarpras yang diberikan antara lain untuk budidaya maggot dan mesin pengolah sampah menjadi kompos dengan kapasitas 100kg/jam. “Optimalisasi sampah merupakan salah satu program kerja MMD Kelompok 237. Beberapa program yang sedang dijalankan saat ini antara lain sertifikasi halal, digitalisasi marketing, UMKM, serta pelatihan mikorsof office bagi kader-kader Posyandu,” jelasnya. (div/mat)