22 April 2024

`

Meski Panas, Jamaah Al Azhar Tetap Ziarah ke Tempat Bersejarah

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejak tiba di Madinah, Senin (13/06/2022) pagi hingga Jumat (17/06/2022) siang, sejumlah calon jamaah haji (CJH) yang tergabung dalam KBIH Al Azhar, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih harus menyesuaikan diri dengan cuaca yang cukup panas, terutama siang hari.

 

Sejumlah calon jamaah haji (CJH) yang tergabung dalam KBIH Al Azhar, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, di Jabal Magnit, Madinah.

 

Sejumlah calon jamaah haji (CJH) yang tergabung dalam KBIH Al Azhar, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, di Jabal Magnit, Madinah.

MENURUT Pembimbing KBIH Al Azhar, Dr. KH. Romadlon Chotib, MH, pada siang hari, suhu berkisar 41 – 45 derajat celicius. Sedangkan malam hari antara 32 – 33 derajat celcius. “Makanya, kalau siang harus ekstra hati-hati. Karena kaki jamaah mulai ada yang gatal-gatal, pecah-pecah, bahkan mulai ada yang luka meski tak parah,” katanya, saat dihubungi wartawan tabloidjawatimur.com, Jumat (17/06/2022) malam, pukul 20.30 WIB atau sekitar pukul 16.00 waktu Madinah.

Dr. KH. Romadlon Chotib, MH.

Bahkan dalam kondisi cuaca yang panas tersebut, ada jamaah yang nekat pulang ke hotel dari Masjid Nabawi tanpa alas kaki (sandal). “Mungkin orangnya lupa naruh sandal, sehingga saat pulang ke hotel tak pakai sandal. Akibatnya, kakinya melepuh. Seharusnya, dia bisa telepon temannya agar membawakan sandal agar kaki tak luka karena panas,” terangnya.

Selain dihadapkan dengan cuaca panas, para jamaah juga dihadapkan pada menu makanan. Menurut Dr. KH. Romadlon Chotib, MH, karena menunya tak sama persis dengan Indonesia, sehingga jamaah harus menyesuaikan makanan. “Yang penting bisa masuk. Kalau tak bisa masuk, ya bawa dari rumah, seperti sambel, rendang, dan sebagainya. Ini sudah kita sosialisasikan,” jelasnya.

Selain melakukan ibadah rutin di Masjid Nabawi, para jamaah juga diajak ziarah ke sejumlah tempat bersejarah di Madinah. Menurut pengurus PWNU Jawa Timur ini, paket di KBIH Al Azhar cukup lengkap. Di antaranya, ziarah ke Jabal Uhud, Masjid Kuba’, kebun kurma, percetakan Alquran, Jabal Magnit, Makam Baqi’, Masjid Abu Bakar, Masjid Umar, dan sebagainya.

Selain itu, tiap pagi sebanyak 53 jamaah mengadakan brifing dan pengajian, baik di sekitaran Masjid Nabawi maupun di tempat penginapan, Hotel Luluk Almadinah, sekitar 15 menit ke Masjid Nabawi dengan jalan kaki. (mat)