22 April 2024

`

Meski Dipenjara Seumur Hidup, Cak Nardi Tetap Optimis

2 min read
"Saya  sudah bertobat. Demi Allah, saya ingin menjadi bagian dari keluarga lagi. Semoga pidana seumur hidup saya bisa berubah menjadi pidana penjara."

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Salah satu terpidana seumur hidup yang sekarang menjadi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Jawa Timur, Sunardi (40), siap menjadi manusia baru. Dia tetap optimis menjalani pidananya dan tidak ada kata putus asa menjalani hari-harinya di balik jeruji besi. 

 

Cak Nardi, terpidana seumur hidup yang sekarang menjadi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Jawa Timur, dengan salah satu karya miniatur truck buatannya.

 

KEPALA Lapas  Kelas I Malang, Heri Azhari, menjelaskan, terpidana kasus  pembunuhan berencana yang dijerat Pasal 340 KUHP ini sudah menjalani hukumannya selama 14 tahun. “Selama itu pula dia rutin mengikuti  bimbingan pembinaan kemandirian. Seperti babershop,  mebel, bengkel las,  dan kerajinan-kerajinan lainnya,” katanya, Rabu (28/09/2022) pagi.

Cak Nardi, terpidana seumur hidup yang sekarang menjadi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Jawa Timur, membuat kaligrafi dari kayu.

Cak Nardi —-demikian Sunardi biasa dipanggil— selalu menjalani pidananya dengan ikhlas. Warga binaan asal Bondowoso, Jawa Timur, ini rajin mengikuti pembinaan kepribadian. Mulai  mengaji sampai shalat jamaah. Semua rutin dia ikuti.

Sudah banyak karya Cak Nardi. Seperti ukiran kaligrafi, miniatur truk, memotong rambut, dan membuat kerajinan lainnya. “Saya terus mendukung warga binaan untuk berkegiatan positif dan berkarya. Saya yakin, kelak Sunardi bebas, sudah siap menjadi manusia baru, terjun ke masyarakat. Dengan bekal keterampilan yang didapat selama  dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, akan menjadi bekalnya hidup di masyarakat, ” terang Kalapas Kelas I Malang, Heri Azhari, Rabu (28/09/2022) siang.

Sementara itu, Sunardi mengaku sudah tobat dan sudah menyadari kesalahan. Ingin segara kumpul dengan keluarga. Selain itu, ingin mengabdikan diri ke bangsa dan negara Indonesia. “Saya  sudah bertobat. Demi Allah, saya ingin menjadi bagian dari keluarga lagi. Semoga pidana seumur hidup saya bisa berubah menjadi pidana penjara,” harapnya.  (aji/mat)