22 April 2024

`

Menteri Perdagangan Harus Gerakkan Intelijen

2 min read
“Kejaksaan juga bisa Kementerian Perdagangan harus harmonis dengan lembaga lain dan bisa baca situasi pasar.”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Dosen Ilmu Politik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, Wawan Sobari, Ph.D, menyarankan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menggerakkan intelijen perdagangan untuk mendeteksi apa saja yang terjadi di pasar.

 

Wawan Sobari, Ph.D

 

INTELIJEN perdagangan ini penting untuk mendeteksi apa saja yang terjadi di pasar. Jangan lupa kita punya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Mereka lembaga formal yang bisa dimanfaatkan Menteri Perdagangan,” jelasnya, Jumat (17/06/2022).

Menurut Wawan, Menteri Perdagangan tidak akan bisa jalan sendiri. Karena itu perannya butuh bantuan pihak lain, seperti Menteri Pertanian,  Kepolisian, dan sebagainya agar tidak ada hal yang menyimpang. “Kejaksaan juga bisa. Kementerian Perdagangan harus harmonis dengan lembaga lain dan bisa baca situasi pasar,” urainya.

Pekerjaan rumah terbesar Menteri Perdagangan, kata Wawan Sobari, adalah soal minyak goreng dan harga sembako.  “Yang jadi perhatian sekarang di Kementerian Perdagangan adalah mafia minyak goreng. Kita semua sudah tahu,  ternyata orang dalam yang bermain. Jadi kelangkaan yang sempat terjadi bukan karena bahan baku tapi karena ada penyimpangan,” tegas pakar pemerintahan ini.

“Selain soal mafia minyak goreng, harga sembako juga menjadi pekerjaan rumah. Ini penting,  karena pasca pandemi,  Indonesia butuh kecepatan lebih dalam pemulihan ekonomi,” sambung Wawan Sobari.

Terkait Kementerian Agraria dan Tata Ruang yang dijabat Hadi Tjahjanto, Wawan Sobari meminta mantan Panglima TNI ini  fokus pada reformasi agraria yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi,  yaitu soal tanah sosial yang dibagikan untuk rakyat.

“Jangan sampai ada penyimpangan di level paling bawah. Misalnya, ada beberapa kasus sertifikat tidak sampai ke tangan penerima. Belum lagi ada kasus lain untuk mendapat sertifikat harus membayar,” ucap Doktor  jebolan Flinders University of South Australia ini.

Seperti diketahui, dua menteri baru telah dilantik Presiden RI Jokowi, Rabu (15/06/2022) lalu. Menteri Perdagangan dijabat Zulkifli Hasan. Sementara Menteri ATR/BPN dijabat Hadi Tjahjanto. (div/mat)