25 April 2024

`

Mentan : 270 Juta Orang Butuh Makan, Tekunilah Pertanian

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH, mendorong mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) agar menekuni bidang pertanian dengan baik, karena potensi petani milenial lebih besar dibandingkan petani di masa lampau.

 

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo memberikan kuliah umum di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (02/10/2022).

 

“KARENA pertanian bagus, kalian masih bisa sekolah seperti ini. Sektor pertanian juga masih bisa  tumbuh sekitar 16 persen di masa pandemi COVID-19. Karena itu saya  berpesan agar generasi muda menekuni pertanian dengan baik. Sebab potensi petani milenial lebih besar dibandingkan petani di masa lampau,” kata Syahrul Yasin Limpo saat menjadi pembicara pada Kuliah Tamu di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (02/10/2022) petang.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. (ist)

Dalam kuliah umum ini, mentan  berpendapat, mahasiswa pertanian telah berada di jalur yang tepat. Karena peran akademisi dan kaum intelektual sangat besar untuk ketahanan pangan di Indonesia. Apalagi sektor pertanian bagian dari penjaga ketahanan pangan dunia.  “Dan jangan lupa,  Indonesia adalah negara besar. Sebanyak  270 juta orang harus makan. Karena itu sektor pertanian wajib menjadi bantalan paling utama,” jelasnya.

Dia  juga menjelaskan, akibat wabah COVID-19, semua sektor tersekat di wilayah masing-masing. Ini berdampak pada perputaran ekonomi dan produktivitas menurun. “Sektor pertanian telah berkontribusi besar bagi pendapatan domestik bruto (PDB). Bahkan sektor ini pula satu-satunya yang tumbuh di masa pandemi COVID-19,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo, meminta dukungan Kementerian Pertanian terhadap program pendidikan di UB, khususnya bidang pertanian. “Saat ini UB sedang gencar melakukan transformasi pertanian konvensional menjadi agrikultur presisi berbasis Internet of Things (IoT). Untuk itu, kami minta dukungan Menteri Pertanian untuk mengembangkan hal ini,”  harapnya. (div/mat)