20 Juli 2024

`

Masuk Kerja Hari Pertama, 9 Pejabat Ini Langsung Sertijab

2 min read

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Hari pertama masuk kerja setelah libur panjang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H, sembilan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, langsung menjalani serah terima jabatan (sertijab), di Ruang Rapat Anusapati, Jalan Merdeka Timur No 3 Malang,  Rabu (26/04/2023) siang.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, yang memimpin sertijab 9 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, di Ruang Rapat Anusapati, Jalan Merdeka Timur No 3 Malang, Rabu (26/04/2023) siang.

 

SEMBILAN pejabat  tersebut, di antaranya, Ir. Ahmad Wahyudi, MM (Camat Tajinan), Hendra Trijahjono, S.Sos, MSi (Camat Wajak), Yateno,.SH, MSi (Camat Kepanjen), Drs. Mardiyanto, MM (Camat Wagir), Supriyanto, SIP (Camat Donomulyo), Rahmad Ichwanul Muslimin, SH.MSi (Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah), Imam Suyono, S.Sos, MSi (Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah),  dan Ir. Untung Sudarto, MT (Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah). Sedangkan satu pejabat purna tugas,  Dyah Ekawati Nicotiana W yang sebelumnya menjabat Kabag Kerjasama Sekretariat Daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, yang memimpin sertijab, mewakili Bupati Malang, HM Sanusi, mengatakan,  seiring dengan semangat perubahan menuju reformasi birokrasi, perspektif kepemimpinan saat ini  harus terus bertransformasi.

“Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 tidak hanya semakin memberdayakan teknologi sebagai enabler, namun secara bersamaan juga mengevolusi kita sebagai sumber daya manusia yang menggerakkannya. Maka dari itu, di era inilah inovasi, kreatifitas,  dan kelincahan atau agile menjadi poin utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus menguasai teknologi, mengikuti tuntutan dan perubahan zaman, dan tetap harus optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pesannya.

Wahyu Hidayat menambahkan, seorang pemimpin harus peka, mau mendengarkan, mengamati fenomena yang terjadi, dan tanggap dalam menghadapi masalah, juga aktif menjalin sinergi maupun kerjasama, guna menyiasati keterbatasan yang ada.

“Hal ini penting untuk dipedomani pejabat administrator dan camat. Karena sejatinya pemerintah adalah pelayan bagi masyarakat, sehingga kita sebagai pihak yang melayani harus senantiasa update, mengikuti perkembangan teknologi informasi, dan responsif terhadap berbagai tantangan maupun problematika, serta berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan masyarakat, dengan kondisi maupun keadaan lingkungan yang bergerak begitu dinamis,” jelasnya.

Mantan Camat Tajinan ini mengingatkan  camat agar segera menempati rumah dinas, melakukan konsolidasi, dan koordinasi dengan kepala desa atau lurah di masing-masing wilayah, sekaligus mengupayakan agar pelayanan di kecamatan dapat berjalan dengan maksimal. Selain itu, camat juga selaku Pembina Tim Penggerak PKK Kecamatan.

”Para camat agar senantiasa memberikan bimbingan dan dukungan kepada Tim Penggerak PKK Kecamatan. Tidak hanya fokus pada implementasi 10 Program Pokok PKK, tetapi juga bagaimana seluruh program tersebut dapat disesuaikan, dimodifikasi, dan dimodernisasi,  sehingga dapat menyentuh semua lapisan masyarakat, dari tingkat desa, dusun, RT/RW, bahkan sampai tingkat keluarga kecil sekalipun,” pesannya.  (bri/mat)